Scroll untuk baca artikel
HomeKesehatanNews

Benarkah Bawang Putih dan Beras Merah bisa Atasi Masalah Kolesterol?

×

Benarkah Bawang Putih dan Beras Merah bisa Atasi Masalah Kolesterol?

Sebarkan artikel ini
Beras merah, salah satu bahan pangan yang diyakini bisa mengatasi masalah kolesterol selain bawang putih.

Lifestyle, BogorUpdate.com – Bawang putih dan beras merah, merupakan dua bahan makanan yang diyakini bisa mengatasi masalah kolesterol.

Meskipun banyak yang meyakini, namun bawang puting dan beras merah bisa bisa dibuktikan bisa mengatasi masalah kolesterol.

Lembaga Foof and Drug Administration, seperti dikutip dari Healthline, bahkan belum bisa memastikan bawang putih dan beras merah bisa mengobati dan mengatasi masalah kolesterol.

Kolesterol, sudah menjadi masalah umum di hampir seluruh negara. Di Amerika Serikat misalnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebut hampir 94 juta orang dewasa, dengan rata-rata usia 20 tahun ke atas memiliki apa yang dapat dianggap sebagai batas kolesterol tinggi.

Untuk diketahui, kolesterol adalah salah satu jenis lipid atau lilin, seperti lemak, yang diproduksi hati secara alami.

Zat ini sebenarnya sangat penting untuk pembentukan membran sel, hormon tertentu, dan vitamin D.

Namun, kolesterol sifatnya tidak bisa larut dalam air, sehingga tidak dapat mengalir melalui darah.

Untuk membantu mengangkut kolesterol, hati memproduksi lipoprotein, partikel yang terbuat dari lemak dan protein.

Hanya saja, kolesterol ini tidak selalu memiliki sifat kerja yang baik. Sebaliknya, apabila darah di dalam tubuh terlalu banyak kolesterol, akan berdampak pada masalah kesehatan, seperti serangan jantung dan stroke.

Maka dari itu, setiap manusia dituntut untuk menjaga kadar kolesterolnya. Bahkan, dokter akan menyarankan pasiennya yang didiagnosa kolesterol tinggi untuk menurunkannya.

Lalu, bagaimana cara menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh? Banyak ahli sepakat, perubahan gaya hidup menjadi faktor utama dalam mengatasi masalah kolesterol.

Misalnya, melakukan program diet, berolahraga dan lainnya. Berhenti merokok juga sangat disarankan.

Selama menjalankan program diet, Anda akan dituntut untuk membatasi asupan makanan memiliki kadar lemak jenuh, dan trans yang tinggi, seperti daging merah, jeroan, kuning telur dan produk susu berlemak tinggi.

Anda bisa mengkonsumsi sumber protein tanpa lemak, seperti ayam, ikan, dan kacang-kacangan, makanan berserat tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Pilihlah makanan yang dipanggang dan dikukus daripada makanan yang diolah dengan cara di goreng.

Hindari makanan cepat saji dan makanan manis yang sudah dikemas sebelumnya jika memungkinkan.(ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *