Cisarua, BogorUpdate.com – Ribuan warga memadati Kp Barukaramat RT 03/09, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, untuk menghadiri Puncak Culture Ketupat Festival Rebo Wekasan 2025 pada Rabu (20/8/25).
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian acara tiga hari berturut-turut yang menggabungkan nilai religius, budaya, dan kearifan lokal.
Kepala Desa Tugu Selatan, M. Eko Windiana, mengatakan bahwa kegiatan Rebo Wekasan sudah berjalan selama dua tahun dan tahun ini terasa lebih meriah serta terkonsep.
“Alhamdulillah, ada progres yang baik. Tahun ini kita laksanakan selama tiga hari. Hari pertama ada Pasar Rebo Wekasan dengan subsidi kebutuhan warga, hari kedua lomba menganyam ketupat dan bedah kulah ikan untuk masyarakat, dan hari ketiga puncaknya istighosah doa bersama para kiai, sesepuh, dan masyarakat,” ungkap Eko.
Menurutnya, Festival Ketupat Puncak Culture ini bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi juga mengandung nilai siloka.
“Dengan sedekah ketupat, kita percaya segala macam bahaya akan selalu dijaga Allah SWT. Ke depan, acara ini akan terus kita support agar menjadi agenda tahunan yang juga bisa dikembangkan sebagai paket wisata berbasis kearifan lokal,” tambahnya.
Ketua pelaksana acara, Muhammad Said Husaen atau akrab disapa Si Uwa, menjelaskan bahwa persiapan dilakukan sejak sepekan sebelumnya.
Rangkaian acara dimulai sejak Senin dengan pasar murah, dilanjutkan Selasa dengan lomba membuat ketupat, dapur umum (pawon), hingga bedah kulah ikan.
“Hari ini puncaknya, sejak pagi kita gelar salat tolak bala, dzikir bersama, lalu arak-arakan dongdang di sepanjang Jalan Baru Karamat. Antusias warga sangat tinggi, hampir seribuan orang ikut turun meramaikan,” jelasnya.
Si Uwa menambahkan, pelaksanaan festival melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, Karang Taruna, Desa Wisata, hingga Ikatan Pemuda Baru Karamat (IPBA).
Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Cisarua, KH. Rohmat, menegaskan dukungannya terhadap kegiatan Rebo Wekasan sebagai bentuk syiar Islam dan pelestarian budaya.
“Kami mendukung agar generasi muda tidak melupakan sedekah, perjuangan ulama, dan tradisi leluhur. Rebo Wekasan ini adalah kearifan lokal yang harus dilestarikan. Mari semua kepala desa dan kelurahan di Cisarua mendukung kegiatan ini karena ini jalan kebaikan,” ujarnya.
Festival Ketupat Puncak Culture Rebo Wekasan 2025 di Desa Tugu Selatan pun sukses menjadi ajang silaturahmi, syiar agama, sekaligus penguat identitas budaya masyarakat Puncak. (Deni)













