Cileungsi, BogorUpdate.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meninjau langsung lokasi ambruknya atap bangunan di SMKN 1 Cileungsi, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Peristiwa memilukan ini menimpa tiga ruang kelas dan satu aula di lantai dua, tepat saat kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung.
Dalam keterangannya, Bupati Rudy menegaskan bahwa meskipun kewenangan pemerintah kabupaten hanya mencakup jenjang SD dan SMP, keberadaan SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Bogor tetap menjadi perhatian serius.
“Walaupun SMA dan SMK kewenangannya ada di pemerintah provinsi Jawa Barat, pemerintah Kabupaten Bogor tidak tutup mata. Karena yang bersekolah di sini adalah anak-anak masyarakat kita, maka permasalahan ini harus ditangani bersama-sama,” tegasnya.
Selanjutnya Ia memastikan penanganan korban telah berjalan baik. Sebagian besar siswa yang sempat dirawat di rumah sakit kini sudah dipulangkan. Hingga saat ini, masih ada tujuh siswa yang mendapatkan perawatan intensif.
“Alhamdulillah, penanganan korban berjalan baik. Sebagian besar sudah pulang, hanya tinggal tujuh siswa yang masih dirawat. Mudah-mudahan kondisi mereka segera membaik,” ucap Rudy Susmanto kepada Bogorupdate.com.
Selain layanan medis, Pemkab Bogor juga menyiapkan pendampingan psikologis atau trauma healing bagi siswa-siswi yang terdampak. Bahkan, bila diperlukan, pemerintah siap mengirim guru untuk memberikan pembelajaran khusus di rumah para siswa.
“Kami pastikan tahapan trauma healing dilakukan dengan baik. Kalau ada siswa yang membutuhkan pembelajaran secara khusus, Pemkab Bogor siap menghadirkan guru ke rumah. Prinsipnya, kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, terkait keberlanjutan kegiatan belajar, pihak sekolah bersama orang tua siswa akan menggelar pertemuan pada esok hari. Hal ini untuk memastikan solusi terbaik bagi keberlangsungan pendidikan siswa-siswi.
“Tidak mungkin besok langsung belajar di sekolah seperti biasa. Kita beri waktu bagi siswa untuk pulih secara psikologis agar mereka nyaman kembali beraktivitas. Besok pihak sekolah akan mengundang orang tua siswa untuk bermusyawarah dan mengambil keputusan bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut Ia juga menyoroti persoalan fasilitas pendidikan yang menjadi tantangan besar di Kabupaten Bogor. Dengan jumlah penduduk terbanyak se-Jawa Barat, kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan tentu jauh lebih besar dibandingkan daerah lain.
“Bicara fasilitas pendidikan SD dan SMP, jumlahnya di Kabupaten Bogor jauh lebih besar dibandingkan kabupaten atau kota lain di Jawa Barat. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita hadapi bersama dan butuh dukungan dari semua pihak,” katanya.
Pemkab Bogor, lanjutnya, terus berproses melakukan percepatan perbaikan infrastruktur pendidikan, khususnya sekolah-sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Tujuannya, agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan. Keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (Gus)












