Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor 2025. (Foto: Abizar)
Kota Bogor, BogorUpdate.com – Rangkaian kegiatan Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor 2025 terus berlangsung meriah. Ajang dua tahunan ini menjadi wadah bagi generasi muda Kota Bogor untuk menunjukkan potensi, bakat, dan kecintaan mereka terhadap budaya Sunda serta pariwisata daerah.
Ketua panitia pelaksana, Maryam, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Duta Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor yang diselenggarakan secara rutin setiap dua tahun.
“Ajang ini bukan sekadar lomba mencari pemenang, tapi sarana untuk menumbuhkan semangat dan karakter anak muda Bogor agar bisa berkontribusi bagi kota dan budayanya,” ujar Maryam.
Rangkaian kegiatan Pasanggiri Mojang Jajaka 2025 telah dimulai sejak 6 September 2025 dengan tahap pendaftaran dan verifikasi peserta yang terdiri dari pemuda-pemudi berusia 17 hingga 24 tahun. Setelah melalui proses kurasi dan seleksi semifinalis pada 20-21 September, sebanyak 30 peserta terbaik berhasil melaju ke babak Unjuk Kabisa yang digelar di Botani Square.
Dalam sesi Unjuk Kabisa tersebut, para peserta menampilkan beragam bakat seperti menyanyi, menari, bermain alat musik, hingga berakting.
“Melalui tahapan ini, kami ingin melihat bukan hanya penampilan, tapi juga kepribadian dan kreativitas mereka,” tambah Maryam.
Selanjutnya, peserta yang terpilih akan mengikuti masa karantina setiap Sabtu dan Minggu hingga pertengahan Oktober. Dalam masa ini, para finalis akan mendapatkan berbagai pembekalan seperti pelatihan kepribadian, public speaking, hingga wawasan budaya dan pariwisata. Tahapan ini akan berlanjut dengan sesi wawancara pada 11 Oktober, dan puncaknya digelar pada 24 Oktober 2025, yakni Grand Final Malam Pemilihan Mojang Jajaka Kota Bogor 2025.
Dewan juri pada ajang ini terdiri dari para ahli dan praktisi berpengalaman di bidangnya, termasuk beberapa alumni Mojang Jajaka sejak 1989 serta juri profesional non-alumni seperti Kang Deki, seorang koreografer ternama asal Kota Bogor.
Pada malam puncak nanti, panitia akan memilih 10 pasang juara, terdiri dari enam pasang utama (Juara 1 hingga Harapan 3) dan empat pasang juara atribut, seperti Favorit, Fotogenik, dan Persahabatan.
Maryam berharap, para pemenang nanti tidak hanya membawa gelar, tetapi juga mampu menjadi wajah dan suara Kota Bogor.
“Mojang Jajaka bukan hanya simbol budaya Sunda, tapi juga duta yang siap mempromosikan potensi wisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif Kota Bogor di kancah yang lebih luas,” tutupnya. (Abizar)








