Bogor,BogorUpdate.com, Proses pembebasan lahan untuk pembangunan trase baru jalan Rd. Danasasmita atau Batutulis yang terdampak longsor, kembali terkendala.
Warga yang lahannya terdampak pembangunan trase baru Jalan Batutulis, belum menyepakati harga pembebasan yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, hingga saat ini pemkot masih melakukan komunikasi denhan warga yang lahannya akan dibebaskan. Sebab, pemilik lahan masih bertahan dengan harga yang diinginkan. “Kita harus memastikan bahwa pemilik lahan itu mau melepas,” kata Dedie.
Meski begitu, Dedie tetap optimistis kesepakatan akan tercapai dalam waktu dekat ini mengingat pembangunan trase baru ini untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Dedie, kepentingan umum ini seharusnya menjadi pertimbangan utama, dan pemilik lahan bisa memahami situasi ini. Apalagi, pembangunan trase ini penting karena akan menghubungkan tujuh kelurahan di wilayah Bogor Selatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Jalan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas masyarakat di kawasan itu,” terang Dedie.
Di sisi lain, mantan pegawai KPK ini membantah harga yang diajukan pemilik lahan terlalu tinggi. Namun ia mengatakan bahwa pemerintah memiliki patokan dari KJPP.
“Boleh saja mereka (pemilik lahan) mengajukan angka. Tetapi patokan pemerintah daerah itu dari KJPP, ada appraisal-nya,” ucapnya.
Dedie sendiri menyebut, anggaran yang disiapkan untuk membebaskan lahan ini di bawah Rp20 miliar.(ayu)













