Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

300 Hektare Hutan di Kabupaten Bogor Hilang Tiap Tahun, Deforestasi Terjadi Gegara ‘Tangan-tangan Nakal’

×

300 Hektare Hutan di Kabupaten Bogor Hilang Tiap Tahun, Deforestasi Terjadi Gegara ‘Tangan-tangan Nakal’

Sebarkan artikel ini
LS Vinus saat menggelar diskusi di kawasan Cibinong. (Erwin | Bogorupdate)

Cibinong, BogorUpdate.com – Sebanyak 300 hektare hutan di Kabupaten Bogor hilang dalam tiap tahunnya yang mengakibatkan deforestasi terjadi.

Hal itu diungkap langsung Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Yusfitriadi saat menggelar diskusi forum bertajuk ‘Fenomena Deforestasi di Wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS)’ di Cibinong, pada Kamis, (18/12/2025).

“Berdasarkan data yang saya dapat, dari 2011 sampai 2020 itu hutan di Kabupaten Bogor mengalami deforestasi sampai 2.000 hektare. Jadi, kalau dirata-ratakan setiap tahunnya deforestasi 300 hektare,” ujar Yusfitriadi kepada wartawan.

“Itu cuma sampai 2020, kalau ditambah dari 2021 sampai 2025 yang totalnya 1.500 hektare ini artinya hutan di Kabupaten Bogor telah hilang 3.500 hektare,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Yus itu menyebut, ada dua hal yang membuat deforestasi terjadi di Kabupaten Bogor.

“Pertama, alih fungsi lahan yang gila-gilaan. Misalnya kebun jadi perumahan, sawah jadi pabrik, dan halaman rumah jadi kontrakan beton,” ucapnya.

Kedua, maraknya kegiatan penambangan ilegal menjadi faktor lain terjadinya deforestasi.

“Berdasarkan data yang saya dapat ada 20 titik tambang ilegal di Kabupaten Bogor yang sampai saat ini tidak ada restorasi penanaman pohon, restorasi tanah, dan restorasi pasca tambang,” tuturnya.

“Sehingga menimbulkan air langsung ke rumah warga, dan kecelakaan karena tidak ada penahan-penahan air,” tambahnya.

Oleh karena itu, Yus meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggencarkan kegiatan penanaman pohon ke sejumlah titik yang rawan bencana alam.

“Ini bukan semata-mata bencana alam, tapi sudah bencana ekologis karena tangan-tangan nakal manusia yang merusak alam,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *