Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Pemdes Dayeuh Tegaskan Tak Pernah Dikoordinasikan Terkait Pembuangan Sampah Tangsel ke Cileungsi

×

Pemdes Dayeuh Tegaskan Tak Pernah Dikoordinasikan Terkait Pembuangan Sampah Tangsel ke Cileungsi

Sebarkan artikel ini

Cileungsi, BogorUpdate.com – Pemerintah Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, angkat bicara terkait isu pembuangan sampah dari Kota Tangerang Selatan ke wilayah Cileungsi yang belakangan ramai diperbincangkan di berbagai media.

Kepala Desa Dayeuh, Jamhali BJ, yang juga menjabat sebagai Ketua APDESI Kecamatan Cileungsi, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum pernah menerima koordinasi maupun pemberitahuan resmi dari pihak Aspex Kumbong selaku pihak yang disebut-sebut terkait aktivitas tersebut.

“Sampai hari ini, meskipun sudah ramai diberitakan di media, tidak ada koordinasi lingkungan dengan Pemerintah Desa Dayeuh. Dari jauh-jauh hari kami menunggu adanya niat baik untuk melakukan konfirmasi, namun tidak pernah ada,” ujar Jamhali, Kamis (8/1/26).

Selanjutnya Ia mengungkapkan, akibat tidak adanya informasi dan koordinasi tersebut, banyak pihak mempertanyakan kejelasan rencana, mekanisme pelaksanaan, hingga dampak yang akan ditimbulkan bagi lingkungan dan masyarakat Desa Dayeuh.

“Banyak yang bertanya bagaimana koordinasinya, seperti apa kondisi ke depan, dan dampaknya terhadap lingkungan. Semua itu sampai sekarang belum pernah dijelaskan kepada kami,” jelasnya.

Lebih lanjut Ia juga menegaskan, Pemerintah Desa Dayeuh tidak menutup diri terhadap kerja sama atau aktivitas pihak luar selama sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Namun, aspek lingkungan dan kondusivitas wilayah menjadi perhatian utama.

“Apabila ke depannya situasi tidak kondusif, mengganggu lingkungan, dan tidak memberikan keuntungan bagi masyarakat Desa Dayeuh, maka kami tidak segan untuk menghentikan aktivitas tersebut,” tegasnya.

Pemerintah Desa Dayeuh berharap pihak terkait segera melakukan koordinasi secara terbuka dengan pemerintah desa dan masyarakat, agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan serta menjaga kenyamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Cileungsi. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *