
Foto Tol Bocimi
Cigombong – BogorUpdate.com
Rencana kepala desa (kades) Wates Jaya yang akan melayangkan surat ke sejumlah dinas Kabupaten Bogor terkait tidak dilibatkannya pihak unsur pemerintahan desa saat Tim pengadaan tanah melakukan pengukuran ke lokasi, dibatalkan. Pasalnya menurut kades, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) sudah datang ke kantor Desa Wates Jaya untuk melakukan klarifikasi, Senin (16/7/18). Ironisnya, menurut kades, dalam klarifikasinya P2T menyatakan khilaf.
“Ya, tadinya kalau hari ini tidak ada pihak yang datang ke desa untuk klarifikasi soal tidak dilibatkannya unsur pemerintah kami dalam rencana perluasan untuk lahan tol, saya akan melayangkan surat ke beberapa dinas di kabupaten Bogor. Tapi rencana itu saya batalkan, karena tadi P2T udah datang menghadap saya. Alasan mereka melangkahi kami karena mereka lupa”, ujar Rudi Irawan, melalui pesan singkat.
Namun ketika dipertanyakan lebih lanjut soal tanggapan atas klarifikasi P2T itu dan langkah apa yang akan dilakukan pemerintah desa dalam rencana perluasan lahan tersebut, kades Rudi tidak menjawab.
Sebelumnya, Gus Fauzi Ali Hanafi, Tokoh Masyarakat Desa Wates Jaya, menanggapi serius atas sikap tim gabungan yang dinilainya bekerja dengan tidak profesional. Karena saat mereka melakukan pengukuran di lokasi yang rencananya akan dibebaskan untuk perluasan lahan Tol Bocimi di Kampung Gombong Onan RT1 RW 3, tidak melibatkan pengurus wilayah maupun pemerintah desa.
“Kalau bicara manfaat yang akan diterima oleh warga pemilik lahan yang terkena perluasan tol, insha Allah akan berdampak positif jika mekanismenya ditempuh dengan baik sesuai dengan aturan. Kalau bicara aturan, seharusnya tim pelaksana menempuh mekanisme, seperti salah satu yang sangat mendasar yakni berkoordinasi dengan aparatur pemerintah setempat, seperti RW dan kepala desa setempat. Kan kalau ada permasalahan pasti muaranya ke kepala desa juga. Jangan langsung maen tinjau dan ukur begitu saja tanpa koordinasi”, ujar Gus Fauzi Ali Hanafi.
Gus Fauzi menambahkan, semua pihak yang terlibat dalam proses pembebasan lahan untuk perluasan tol Bocimi agar segera berkordinasi dengan semua pihak yang terkait dan bekerja dengan profesional. Agar, kejadian memalukan yang sebelumnya terjadi dalam proses serupa di Desa Wates Jaya, tidak terulang lagi. (Raden)
Editor : Tobing







