Scroll untuk baca artikel
Home

Desa Gunung Putri Jadi Rujukan Nasional, Kades se-IV Jurai Sumbar Studi Tiru Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah

×

Desa Gunung Putri Jadi Rujukan Nasional, Kades se-IV Jurai Sumbar Studi Tiru Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini

Gunung Putri, BogorUpdate.com – Pemerintah Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menerima kunjungan Kepala Desa se-Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, dalam rangka studi tiru guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, serta pelayanan publik.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Gunung Putri, Kasi Pemerintahan Kecamatan Gunung Putri, Kepala Desa Gunung Putri beserta jajaran BPD, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pesisir Selatan, serta para kepala desa dari Kecamatan IV Jurai.

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum berbagi praktik baik yang selama ini telah dikembangkan di wilayahnya, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan pengelolaan sampah berbasis desa.

“Pada hari ini kami menerima kunjungan dari Kecamatan IV Jurai, Sumatera Barat. Mereka melihat langsung program ketahanan pangan berupa peternakan ayam petelur serta pengelolaan bank sampah. Alhamdulillah, mereka sangat antusias untuk belajar, terutama dalam pengolahan sampah yang sudah lama kami jalankan dan kini berkembang menjadi unit usaha di bawah naungan BUMDes,” ujarnya.

Menurut Daman Huri, kesamaan tipologi wilayah antara beberapa desa di Sumatera Barat dengan Kabupaten Bogor, khususnya daerah perkotaan, menjadi alasan utama kunjungan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa inovasi ketahanan pangan di Desa Gunung Putri disesuaikan dengan karakter wilayah industri yang membutuhkan sistem cepat dan praktis, salah satunya melalui budidaya ayam petelur.

“Saat ini produksi telur sudah mencapai sekitar 650 butir per hari dari total 750 ekor ayam, atau sekitar 34–36 kilogram. Ini cukup signifikan dan akan terus kami kembangkan. Target kami, dengan 3.000 ekor ayam, omset kotor bisa mencapai di atas Rp1 miliar pada tahun 2026,” jelasnya optimistis.

Ia juga berharap kunjungan ini tidak hanya berhenti pada studi tiru, tetapi dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret antar desa di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan pengembangan potensi lokal.

Sementara itu, Sekretaris Camat IV Jurai, Vorzil, mengaku banyak hal yang dapat dipelajari dari Desa Gunung Putri, terutama dalam pemanfaatan dana ketahanan pangan di wilayah perkotaan.

“Banyak yang bisa kami tiru di sini, seperti pemanfaatan CCTV desa, peternakan ayam petelur, dan pengelolaan bank sampah. Di daerah kami, khususnya wilayah perkotaan, sebelumnya cukup kesulitan dalam mengimplementasikan program ketahanan pangan karena lebih identik dengan pertanian dan perikanan,” ungkapnya.

Selanjutnya Ia menambahkan, kunjungan ini membuka wawasan baru bagi para kepala desa yang ikut serta, terutama dalam melihat bagaimana kepemimpinan kepala desa mampu membangun wilayah dari nol hingga berkembang seperti saat ini.

“Harapannya, apa yang kami pelajari di sini bisa diterapkan di desa masing-masing. Ini menjadi motivasi bahwa dengan kemauan dan kerja keras, pembangunan desa bisa diwujudkan, apapun kondisi yang dihadapi,” pungkasnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *