Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Dedie Rachim Lantik Sejumlah Pejabat Strategis Pemkot Bogor, Tekankan Penataan PKL dan Pengelolaan Sampah

×

Dedie Rachim Lantik Sejumlah Pejabat Strategis Pemkot Bogor, Tekankan Penataan PKL dan Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, resmi melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Pelantikan berlangsung di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (30/6/2026).

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan birokrasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah jabatan strategis yang diisi di antaranya Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta sejumlah jabatan lainnya.

Usai pelantikan, Dedie A. Rachim mengatakan pengisian jabatan tersebut dilakukan untuk memperkuat kinerja pemerintahan, terutama pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Ada beberapa posisi penting yang hari ini diisi. Salah satunya Pak Pupung sebagai Kasatpol PP, Pak Rudi Mashudi sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Pak Rudiyana sebagai Staf Ahli,” ujar Dedie.

Menurutnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Satpol PP memiliki tanggung jawab yang cukup berat karena harus mampu menjawab berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

“Untuk dua jabatan, yaitu Kadis LH dan Kasatpol PP, tantangannya sangat besar. Saya berharap banyak kepada beliau-beliau. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terwujud melalui kepemimpinan para kepala dinas yang baru saja dilantik,” katanya.

Dedie menegaskan, salah satu pekerjaan rumah terbesar Satpol PP saat ini adalah penataan pedagang kaki lima (PKL) serta menjaga ketertiban di sejumlah ruang publik di Kota Bogor.

“Masyarakat punya harapan besar terhadap penanganan PKL dan penataan ketertiban, terutama di Alun-Alun, Sempur, Taman Heulang, serta berbagai titik lainnya di Kota Bogor. Pak Pupung sebelumnya sudah beberapa bulan menjabat sebagai Plt Kasatpol PP. Setelah resmi dilantik, saya berharap beliau dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memanfaatkan kewenangan yang dimiliki,” ungkapnya.

Ia pun meminta Kepala Satpol PP yang baru tidak lagi ragu dalam mengambil langkah sesuai kewenangannya.

“Jadi tidak perlu ragu-ragu lagi. Ke depan harapan masyarakat sangat tinggi dan saya juga berharap banyak kepada beliau,” tegas Dedie.

Saat ditanya mengenai evaluasi terhadap kinerja Pupung selama menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP, Dedie memberikan penilaian positif.

“Boleh dibilang begitu,” ujarnya singkat.

Selain penataan ketertiban, Dedie juga memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan sampah melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Listrik (PSL) yang akan segera memasuki tahap konstruksi.

Menurutnya, program strategis tersebut harus dilanjutkan oleh Kepala DLH yang baru setelah sebelumnya dirintis oleh pejabat terdahulu.

“Program ini sudah dirintis oleh Pak Deni Wismanto dan sekarang harus dilanjutkan. Bulan Juli nanti akan memasuki tahap konstruksi, diawali dengan groundbreaking. Proses pembangunannya akan berlangsung sekitar enam bulan sehingga harus benar-benar dikawal,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.

“Persiapan masyarakat Bogor dalam melakukan pemilahan sampah dari hulu juga menjadi tugas berat. Sampah yang nantinya masuk ke fasilitas pengolahan menjadi energi listrik tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga kesiapan masyarakat untuk menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Ini bukan pekerjaan mudah dan saya berharap Pak Rudi Mashudi mampu menjalankannya dengan baik,” katanya.

Terkait masih adanya sejumlah jabatan yang belum terisi, Dedie menjelaskan bahwa proses pengisian masih menunggu hasil uji kompetensi serta rekomendasi dari pemerintah pusat.

“Saat ini masih dalam proses uji kompetensi. Sebenarnya ingin dilantik bersamaan, tetapi karena ada urgensi pada jabatan Satpol PP dan DLH, maka tidak bisa menunggu. Mudah-mudahan satu hingga dua minggu lagi selesai,” ujarnya.

Ia memastikan seluruh jabatan yang masih kosong akan segera diisi setelah rekomendasi diterbitkan.

“Tinggal menunggu rekomendasi saja. Nanti akan ada pelantikan lagi untuk mengisi jabatan-jabatan yang masih kosong,” katanya.

Sembari menunggu proses tersebut rampung, jabatan yang belum terisi akan dijalankan oleh Pelaksana Tugas (Plt).

“Sementara diisi Plt dulu. Paling hanya beberapa minggu atau sekitar satu bulan. Tidak lama,” pungkas Dedie. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *