Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Bupati Rudy Susmanto Percepat Normalisasi Irigasi di Sejumlah Wilayah Hadapi Musim Kemarau

×

Bupati Rudy Susmanto Percepat Normalisasi Irigasi di Sejumlah Wilayah Hadapi Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini

Bupati Rudy Susmanto Percepat Normalisasi Irigasi di Sejumlah Wilayah Hadapi Musim Kemarau. (Dok. Pemkab)

Cibinong, BogorUpdate.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto terus mempercepat program normalisasi saluran air dan penataan kawasan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Program tersebut difokuskan untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, perikanan, sekaligus mengurangi potensi bencana akibat terganggunya fungsi saluran air.

Menurut Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini tengah melakukan normalisasi saluran air berskala besar di wilayah Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu, hingga Tanjungsari. Selain itu, penataan saluran irigasi dan kawasan sekitar juga terus dilakukan agar fungsi infrastruktur berjalan optimal.

“Bogor merupakan kabupaten yang sangat luas dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Saat ini kami sedang melakukan normalisasi saluran air skala besar di wilayah Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu hingga Tanjungsari. Bersamaan dengan itu kami juga melakukan penataan saluran irigasi dan penataan wilayah sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.

Ia menjelaskan, normalisasi irigasi di Kecamatan Cariu dan Tanjungsari menjadi prioritas karena mengairi sekitar 700 hingga 800 hektare lahan pertanian. Sementara di kawasan Ciseeng, Kemang, Parung dan Rancabungur yang merupakan kawasan Minapolitan dengan sekitar 200 hektare kolam perikanan, Pemkab Bogor memastikan pasokan air tetap tersedia selama musim kemarau. (**)

“Kami ingin memastikan ketika musim kemarau tiba, sawah tetap mendapatkan air dan sentra perikanan tetap bisa berproduksi. Karena itu kami juga menyiapkan pipanisasi dari beberapa mata air serta pembangunan sumur di sejumlah titik untuk mengantisipasi kekeringan di beberapa wilayah Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Rudy juga menegaskan bahwa penataan yang dilakukan bukan hanya sebatas normalisasi saluran air, tetapi juga penertiban bangunan yang berdiri di atas bantaran sungai agar fungsi drainase dan irigasi dapat kembali berjalan maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *