
BogorUpdate.com – Gedung kantor Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Bogor yang baru saja diresmikan sekitar bulan April tahun 2017 lalu, kini tengah disoroti kualitas bangunannya. Pasalnya, kondisi bangunan BPBD sudah banyak ditemukan retak-retak pada dindingnya.
Rahmat Syamsul Anwar, direktur eksekutif lembaga pemerhati kebijakan pemerintah (LPKP) mengaku sangat menyayangkan kondisi bangunan kantor BPBD kabupaten Bogor.
” Saya sudah dari lokasi bangunan (kantor BPBD-red). Dindingnya banyak yang retak-retak, dan sedang ada rehab. Setau saya gedung kantor BPBD kan dibangun pada tahun 2016, terus diresmikan tahun 2017 lalu, berarti baru satu tahun dong usia nya?. Berarti asal-asalan ini pengerjaannya,” ujar Rahmat sapaan akrabnya kepada Bogorupdate.com, Rabu (16/8/18).
Masih kata Rahmat, menurutnya ada yang salah pada konstruksi bangunan kantor BPBD kabupaten Bogor. Sebab, kata Rahmat, dana yang dikeluarkan untuk proyek tersebut sekitar Rp19 miliar yang berasal dari APBD.
” Tidak kecil loh dana APBD yang dikeluarkan untuk membangun gedung kantor BPBD. Seharusnya bangunan tersebut kuat puluhan tahun seperti bangunan yang lainnya. Ini sudah mau di rehab aja. Kan lucu!!. Dengan anggaran besar tapi bangunan kok cepat pada retak. Harus ada kroscek ini dari aparat penegak hukum, karena diduga terjadi KKN, sehingga hasil bangunan asal-asalan,” pungkasnya.
Terpisah, kepala kantor BPBD kabupaten Bogor, Koesparmanto, mengatakan kalau gedung BPBD dalam tahap pemeliharaan akibat gempa belum lama ini.
” Pembangunan gedung BPBD tahun 2016 lalu, sekarang dalam rangka pemeliharaan yang retak-retak dan tidak berpengaruh terhadap struktur gedung. disamping itu karena ada pengaruh dari gempa tempo hari. Dengan pemeliharaan ini, harapan saya setelah saya pensiun nanti, pengganti saya bisa menikmati kantor yang bagus sehingga nyaman untuk melayani masyarakat,” terangnya, Rabu (15/8/18). (Eft/Rah)
Editor : Tobing






