Kota Bogor, BogorUpdate.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VII Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC Bogor di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square pada Rabu, 29 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Dedie menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus DPC Hiswana Migas Bogor periode 2022-2026 di bawah kepemimpinan Cecep Fajar.
Menurutnya, sinergi dan komunikasi intensif yang dibangun selama empat tahun terakhir dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan dan politik regional melalui kepastian pasokan minyak dan gas yang lancar.
“Bogor Kota dan Kabupaten ini adalah salah satu wilayah dengan supply LPG subsidi terbesar di Indonesia. Karena pasokannya begitu strategis, maka komunikasi konstruktif dengan Pertamina dan pemerintah daerah harus terus dijaga demi kondusivitas masyarakat,” ucapnya.
Dedie juga mengingatkan kepada para agen dan pengusaha yang tergabung dalam organisasi ini agar tidak melakukan kecurangan yang dapat merugikan masyarakat luas, terlebih di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu.
“Saya berharap kepengurusan ke depan tetap membawa organisasi ini dalam kondisi yang berintegritas. Jangan sampai pasokan disembunyikan atau dioplos sehingga menyulitkan rakyat. Ancaman hukumannya tidak main-main. Cukuplah dengan keuntungan yang memang sudah ditetapkan secara resmi,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Ketua DPD III Hiswana Migas, Heddy S. Hedian menekankan bahwa tantangan menjaga ketahanan energi nasional, baik LPG maupun BBM ke depan akan semakin berat akibat situasi geopolitik yang memanas.
Kendati demikian, ia optimis ketahanan energi di Bogor tetap kokoh jika didasari oleh soliditas organisasi. Ia juga mengingatkan bahwa Muscab ke-VII ini bukanlah ajang perebutan kekuasaan yang harus dihadapi dengan ketegangan, melainkan sebuah forum musyawarah mufakat untuk mencari figur pemimpin dan koordinator yang andal.
“Kita ini satu keluarga besar Hiswana Migas. Kalau sudah masuk ke dalam wadah ini, tidak ada lagi sekat antara pengusaha SPBU, LPG atau SPBE. Kita harus kompak untuk menjaga kelangsungan usaha ke depan, sebab marjin bisnis ini sudah ditentukan oleh pemerintah dan Pertamina. Jika kita terpecah belah, lambat laun usaha ini akan tergerus,” jelasnya.
Melalui Muscab ke-VII ini, ia berharap kepengurusan Hiswana Migas DPC Bogor yang baru dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan damai, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan antar generasi pengusaha migas demi menjamin pelayanan terbaik bagi masyarakat Bogor.
“Diharapkan kepengurusan yang baru harus jauh lebih baik lagi dari kepengurusan sebelumnya. Dapat memperbaiki kekurangan-kekurangannya agar betul-betul Hiswana Migas ini memiliki peranan yang penting,” katanya.
Sementara itu, agenda muscab selain mendengarkan laporan pertanggungjawaban pada kepengurusan periode 2022-2026, akan dilaksanakan juga pemilihan ketua umum baru untuk periode 2026-2030.
Informasi yang dihimpun, ada dua kandidat yang diproyeksikan akan menjadi calon ketua umum yakni Cecep Fajar selaku petanahan (ketum periode 2022-2026) dan Karjito, anggota dari Depok. (Abizar)












