Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengapresiasi program cek kesehatan gratis bagi mitra pengemudi Gojek yang digelar di kantor Gojek, Jalan Baru Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Senin (24/8/2026) pagi.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Gojek, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor. Program ini ditujukan untuk membantu para mitra pengemudi yang memiliki aktivitas kerja cukup padat agar tetap dapat memantau kondisi kesehatannya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah Gojek yang memberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi para mitranya.
Menurut Dedie, kesibukan para pengemudi di lapangan terkadang membuat mereka tidak sempat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Apresiasi kepada manajemen Gojek yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan juga Dinas Kesehatan Kota Bogor, memperhatikan para mitra, para driver Gojek yang saat ini mungkin tidak sempat melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Dedie.
Ia mengatakan, pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui faktor risiko kesehatan yang mungkin dimiliki para pengemudi.
Dalam pemeriksaan, para mitra mendapatkan sejumlah layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan mata, gigi, paru-paru, tekanan darah hingga gula darah.
“Tujuannya supaya mereka juga di tengah-tengah kesibukan bekerja, paling tidak mereka menyempatkan waktu diperiksa sehingga nanti bisa ketahuan mereka punya apa, faktor risikonya apa,” katanya.
Dedie menyebut pemeriksaan tersebut secara umum dapat disebut sebagai medical check up bagi para mitra pengemudi.
Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan sehingga kesehatan dan keselamatan para pengemudi Gojek dapat lebih terjamin.
“Kalau ada risiko, boleh datang ke Puskesmas di Kota Bogor untuk ditindaklanjuti. Kalau punya BPJS, gratis. Itu tujuannya,” jelasnya.
Sementara itu, PPGR Manager Gojek untuk wilayah Jabodetabek, Mufizar, mengatakan program cek kesehatan gratis tersebut merupakan bagian dari kerja sama Gojek dengan Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan di sejumlah kota besar di Indonesia.
“Harapan kami tentu kita juga bisa tetap memperkuat kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan cek kesehatan gratis mitra Gojek sampai akhir tahun ini,” kata Mufizar.
Khusus di Kota Bogor, program tersebut menargetkan sebanyak 500 mitra pengemudi. Pelaksanaannya dilakukan selama tiga hari, yakni Senin sebanyak 200 peserta, Kamis 200 peserta dan Jumat 100 peserta.
Untuk hari Jumat, pemeriksaan akan dikhususkan bagi mitra pengemudi perempuan.
“Untuk Kota Bogor itu kita targetkan 500 mitra. Satu harinya 200 maksimal, jadi hari ini 200, hari kedua 200, hari ketiga 100,” ujarnya.
Mufizar menambahkan, program tersebut dilaksanakan di Kota Bogor, sementara pelaksanaan untuk wilayah Kabupaten Bogor akan dilakukan melalui agenda tersendiri.
Kegiatan pemeriksaan pada Senin berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIB.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan proyek nasional Kementerian Kesehatan yang bekerja sama dengan Gojek dan dilaksanakan di sejumlah kota di Indonesia.
“Ini proyeknya nasional sebetulnya, Kementerian Kesehatan kerja sama dengan Gojek. Salah satunya di Kota Bogor, setelah di beberapa kota lainnya,” kata Erna.
Menurut Erna, untuk tahap awal di Kota Bogor, pemeriksaan dilakukan selama tiga hari dengan sasaran 500 orang.
Pada pemeriksaan bagi mitra perempuan yang dijadwalkan Jumat, layanan kesehatan akan diperluas dengan pemeriksaan atau skrining kanker leher rahim dan kanker payudara.
“Hari Jumat itu untuk mitra perempuan. Jadi waktunya perlu lebih panjang karena sampai screening kanker leher rahim, screening kanker payudara,” jelasnya.
Pelaksanaan pemeriksaan pada hari pertama melibatkan tim dari Puskesmas Kedung Badak. Sekitar 27 tenaga kesehatan diterjunkan untuk melayani para peserta, dibantu kader relawan dan mahasiswa.
Erna juga memastikan Dinkes Kota Bogor terbuka apabila nantinya terdapat penambahan jumlah peserta di luar target awal.
“Kita sebenarnya terbuka ya kalau misalnya ada penambahan. Kalau sampai 550 juga kita siap,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pemeriksaan kesehatan sesaat, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi para mitra pengemudi untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sekaligus mendapatkan tindak lanjut apabila ditemukan faktor risiko.
Mufizar pun berharap para mitra Gojek selalu menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan aktivitas di jalan.
“Kami tetap berharap agar mitra-mitra kami tetap menjaga kesehatan dan keselamatannya ketika berkendara, dan selalu memperhatikan kesehatan mereka agar tetap bisa pulang dengan selamat dan sehat ke rumah, kepada keluarga masing-masing,” pungkasnya. (Abizar)












