Citeureup, BogorUpdate.com – Kondisi rumput Lapangan Stadion Mini Citeureup, Kabupaten Bogor sangat memprihatinkan. Padahal, Stadion Mini Citeureup tak bisa terpisahkan dari sejarah sepakbola Bumi Tegar Beriman.
Stadion Mini Citeureup yang saat ini digunakan sebagai venue utama event Liga Desa yang diikuti 11 Desa dan 2 Kelurahan se Kecamatan Citeureup tampak terlihat sebagai lapangan tanah merah.
Karena, sebagian besar rumputnya sudah tidak tumbuh lagi dan hal ini harus menjadi perhatian serius pihak Pemkab Bogor ataupun DPRD Kabupaten Bogor.
Menanggapi hal tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor tengah menyusun langkah pembenahan.
Kepala UPT Dispora Kabupaten Bogor, Sairan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan program revitalisasi untuk stadion-stadion mini di berbagai kecamatan. Salah satu rencana utamanya adalah penggantian rumput lapangan dengan rumput sintetis.
“Intensitas penggunaan lapangan sangat tinggi. Oleh karena itu, kami berencana mengganti rumput dengan rumput sintetis agar lebih awet dan dapat digunakan lebih optimal,” ujar Sairan, Minggu (6/9/2026).
Meski rencana tersebut sudah disusun, Sairan mengakui terdapat kendala utama berupa keterbatasan anggaran dan penentuan skala prioritas pembangunan.
Saat ini, proses revitalisasi masih berada pada tahap pemberkasan dan pelimpahan wewenang ke tingkat kecamatan.
“Kami terus berproses. Pelimpahan wewenang ke kecamatan dilakukan agar kebutuhan dan prioritas pembenahan lapangan dapat lebih tepat sasaran,” tambahnya.
Di tengah keterbatasan fasilitas, penyelenggaraan Liga Desa di sejumlah stadion mini justru mendapat apresiasi tinggi. Sairan menilai penyelenggaraan liga tersebut luar biasa dan patut dijadikan percontohan.
“Penyelenggaraan Liga Desa ini sangat bagus dan luar biasa. Sistem pertandingannya dijalankan secara profesional, sehingga dapat meminimalisir terjadinya konflik antar pemain maupun pendukung,” ungkapnya.
Lebih jauh, Sairan berharap keberadaan liga tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan ini dinilai dapat menjadi sarana menjauhkan diri dari hal-hal negatif sekaligus menggali dan mengembangkan bakat sepak bola sejak dini.
“Kami optimis, dengan pembinaan yang konsisten melalui wadah seperti ini, Kabupaten Bogor akan terus melahirkan pemain-pemain hebat di masa depan,” pungkas Sairan. (Sep)












