Parung, BogorUpdate.com – Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Kecamatan Parung bergerak membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dengan menyalurkan sebanyak 112 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.
Aksi sosial tersebut dilakukan PK KNPI Kecamatan Parung melalui kolaborasi bersama ID Humanity Dompet Dhuafa sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat kekeringan.
Bantuan air bersih disalurkan menggunakan 14 tangki dengan kapasitas masing-masing sekitar 8.000 liter. Penyaluran dilakukan secara bertahap selama lima hari, mulai 23 hingga 27 Agustus 2026.
Ketua PK KNPI Kecamatan Parung, Jeje Adetya, mengatakan aksi sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
“PK KNPI Parung bergerak cepat dan konkret dengan terjun langsung membantu warga yang terdampak kekeringan. Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya mereka yang saat ini membutuhkan pasokan air bersih,” ujar Jeje.
Sebanyak 14 tangki air bersih tersebut didistribusikan ke lima desa di Kecamatan Parung, yakni Desa Parung, Desa Pamegarsari, Desa Iwul, Desa Waru, dan Desa Cogreg.
Dengan kapasitas sekitar 8.000 liter per tangki, total bantuan air bersih yang disalurkan mencapai 112.000 liter.
Jeje menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya KNPI dalam mendorong para pemuda agar memiliki kepekaan sosial serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Pemuda harus menjadi contoh dalam hal-hal positif, terlebih ketika berbicara tentang kepentingan masyarakat. Jangan menunggu untuk berbuat. Lakukan apa yang bisa dilakukan dan mulai dari apa yang kita mampu,” tegasnya.
Ia berharap bantuan air bersih tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.
Selain itu, Jeje mengajak seluruh elemen kepemudaan untuk terus hadir dan bergerak ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Intinya jangan menunggu. Ketika ada yang bisa kita lakukan untuk masyarakat, segera bergerak. Pemuda harus hadir dan memberikan manfaat nyata,” pungkasnya. (Sep)






