
BogorUpdate.com – Beberapa hal penting sedang dibahas oleh Walikota Bogor Bima Arya selama Staf Pengarahan yang diadakan di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jalan. Ir. Juanda, Kota Bogor.
Rapat yang memang rutin digelar setiap dua minggu sekali ini tak hanya dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Asisten dan kepala OPD saja namun juga aparat wilayah, yakni camat dan lurah.
Bima mengatakan bahwa Kota Bogor menjadi kota ke-4 untuk menerbitkan Peraturan Walikota (Perwali) terkait dengan larangan penggunaan kantong plastik di Mal dan minimarket yang akan dilaksanakan pada Sabtu (01/12/2018), yang dinyatakan dalam Perwali Nomor 61 Tahun 2018 Oleh karena itu sosialisasi besar-besaran di daerah harus dilakukan sebagai konsistensi Pemerintah Kota Bogor yang ingin menuju nol.
“Menjadi warga negara untuk membawa kantong mereka sendiri dan di toko-toko modern seharusnya tidak lagi menyediakan kantong plastik tetapi harus diganti dengan substitusi lainnya,” katanya.
Tidak hanya fokus pada pengurangan kantong plastik melalui program, Pemerintah Kota Bogor segera memetakan masalah untuk menormalkan Ciliwung River Watershed (DAS). Ini adalah fokus utama jangka pendek, yaitu pembersihan sampah dan pendidikan kepada masyarakat dalam penanganan normalisasi Ciliwung.
“Ini butuh kerja sama dari banyak OPD mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Disperumkim, Dinas PUPR, Bappeda, kelurahan dan lainnya. Karena target kita tahun depan sudah bisa dipakai untuk arum jeram,” jelasnya.
Selain itu, Bima mengaku terkesima dengan Kampung Lawas Maspati di Surabaya, rencananya ia akan mengajak para camat dan Bappeda untuk melihat salah satu Kampung tematik tersebut secara langsung.
Menurutnya, ada yang sangat menarik karena semua hasil organisasi non-pemerintah tidak tergantung pada pemerintah. Jadi dia benar-benar ingin belajar di sana untuk melihat bagaimana membangun sistem untuk membuat desa tematik.
“Kami akan membuat dan mereproduksi desa-desa tematik di Bogor yang dapat menarik wisatawan ke Bogor,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Bima tidak lupa menyerahkan pembelaannya untuk bencana di Palu dan Donggala. Dia juga meminta agar semua pemangku kepentingan memberikan perhatian mereka untuk bersama-sama mengumpulkan dana seperti yang terjadi untuk Gempa Lombok karena bencana di Palu dan Donggala lebih parah.
“Sudah ada instruksi dari Ketua Umum Pemohon agar Pemerintah Kota di seluruh Indonesia membantu,” pungkasnya. (Rie)
Editor : Tobing







