
BogorUpdate.com – Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan, dalam menangani masalah stunting (gagal tumbuh pada anak balita) diperlukan keseriusan dan fokus untuk menyatukan langkah dan gerak.
Penegasan ini disampaikan Bima saat menerima Tim Monitoring dan Evaluasi Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK – KB Kesehatan di Kampung Belentuk, Rw.01 Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Usaha yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kata Bima dalam rangka melaksanakan, membumikan dan mengimplementasikan rapat kerja (raker) kementerian yang fokus pada tiga isu utama, yakni kemampuan untuk mengeliminasi TBC, menurunkan angka stunting dan meningkatkan cakupan serta mutu dari imunisasi.
Berbicara bonus demografi, Bima menerangkan, hal yang paling penting adalah bagaimana menyiapkan generasi muda penerus bangsa nanti, mulai dari masa kandungan sedini mungkin. Untuk itu, Kota Bogor akan menjadikan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak persiapan menghadapi bonus demografi yang fokus pada ibu dan anak.
“Insya Allah Posyandu akan terus kita tingkatkan kinerjanya dan kita selaraskan dengan yang lain agar betul-betul menjadi tempat bertemunya berbagai macam unsur untuk kesehatan ibu, anak dan keluarga (melting pot),” jelas Bima.
Dia meyakini posyandu di Kota Bogor sudah melakukan banyak hal untuk mendukung dan memastikan hal tersebut.
Untuk mengatasi persoalan kesehatan yang menurutnya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) paling utama, Pemkot Bogor akan terus mendorong Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan yang lainnya dengan mengedepankan koordinasi dan komunikasi semua unsur secara bersama-sama. Sebab, penanganan persoalan kesehatan tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu pendek dan tidak bisa sendiri tetapi memerlukan kolaborasi, karenanya dinamakan kesatuan gerak.
“Pada intinya apa yang kita lakukan hari ini adalah kolaborasi untuk mengangkat derajat kesehatan warga,” tegasnya. (Rie)
Editor : Tobing







