
BogorUpdate.com – Meski sudah diberikan perpanjangan selama dua tahun untuk berjualan, para pedagang Plaza Bogor menginginkan gedung Plaza Bogor direvitalisasi dibanding harus dihancurkan dan diubah menjadi taman.
Perwakilan para pedagang Plaza Bogor, Item Olga mengatakan, sebetulnya para pedagang melihat bangunan Plaza Bogor sangat kuat, hanya perlu pemeliharaan seperti dicat ulang, plafon diperbaharui, sehingga dilihat dari jalan tidak kumuh.
“Dengan melihat adanya revitalisasi, kami nilai keinginan pemerintah adalah meniadakan gedung ini. Padahal Pasar dan Plaza Bogor ini adalah icon Kota Bogor yang banyak menwarnai historis atau sejarah Kota Bogor,” katanya.
Irene melanjutkan, kalau bicara niatan pemerintah Kota Bogor meniadakan pasar dan plaza Bogor ini, berarti pemerintah memenggal sejarah kotanya sendiri sehingga berdampak kota ini kehilangan identitasnya.
“Itu harus dilihat pemerintah, perumpamaan pasar dan plaza Bogor di Jakarta adalah pasar baru Jakarta. Pihak pemerintah Jakarta malah mempercantik juga memelihara pasar baru, bukannya ditiadakan. Supaya sejarah kotanya masih tetap ada,” tambah pemilik toko ini.
Iren juga mengatakan, masyarakat bisa membeli atau berbelanja kebutuhannya di pusat kota dengan harga terjangkau hanya di pasar dan plaza Bogor. Aksesnya mudah tetapi barang-barang yang dijual harganya terjangkau, dibanding dengan mal-mal untuk kalangan tertentu.
“Kalau dipaksakan pemerintah terkesan tidak pro masyarakat, ternyata rencana Pemkot Bogor untuk membuat park and ride sudah tersebar. Padahal kan baru wacana saja serta kami belum diajak bicara secara formal oleh wali kota perihal rencana park and ride,” tuturnya.
Ia juga menjabarkan, para pedagang sudah mengirimkan surat resmi pertama menanyakan, kedua yang petisi menolak. Hasilnya tidak ada tanggapan, tidak ada ajakan bertemu atau berbicara secara formal.
“Secara langsung belum ada jawaban, pak wali menjawabnya hanya lewat media saja. Sebagai kepala daerah kalau mau melakukan kebijakan seharusnya masyarakat diajak bicara.
“Selain itu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sini cukup besar, itu sudah diperhitungkan belum?. Wali Kota Bogor Bima Arya harus mempertimbangkan langkahnya, lalu kebenarannya harus dijabarkan agar tidak menjadi bola liar,” bebernya.
Senada dengan Iren, Perwakilan pedagang lainnya H. Sunaryo mengatakan, dirinya menjamin apabila direvitalisasi Plaza Bogor, para pedagang setuju 100 persen. Karena saat ini kondisinya dari isu plaza Bogor yang akan ditiadakan sudah sangat menyiksa pedagang, pendapatan menurun lebih dari setengahnya.
“Seharusnya pemerintah memperhatikan nasib pedagang yang merupakan warga Kota Bogor. Jangan hanya seenaknya memutuskan,” ungkapnya. (As)
Editor : Tobing







