
Foto kediaman I Gusti Ayu Meta Kurnia, salah satu korban pesawat Lion air, di villa merdeka, Tanah sareal, kota Bogor
BogorUpdate.com – Suasana duka menyelimuti rumah salah satu korban lion air diwilayah kota hujan, bernama I Gusti Ayu Metta Kurnia di Jalan Pesantren No.6 Komplek Villa Merdeka Kav 20, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (29/10/18).
I Gusti Ayu Metta Kurnia menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkal Pinang dari 181 korban lainnya dengan nomor penerbangan JT 610 yang mengalami hilang kontak (lost contact) pada Senin 29 Oktober 2018 pagi.
Berdasarkan informasi yang didapatkan pesawat take off pukul 06.20 WIB dari Jakarta menuju Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung dan mengalami hilang kontak pukul 06.33 WIB.
Dari pantauan di rumah duka, petugas keamanan komplek sudah memasang bendera kuning didepan pintu masuk komplek. Tak lama berselang kediaman Metta ramai dikunjungi pegawai Kementerian Keuangan.
Tak lama, korban diketahui bekerja sebagai Kasuki KPP Pratama Pangkal Pinang sementara suaminya bernama Heru dan bekerja di Inspektorat jenderal Keuangan.
Sekitar pukul 14.34 WIB kediaman korban makin ramai dikunjungi rekan-rekan kerjanya dari Kementerian Keuangan.
Yahya yang bertugas sebagai staff Kementerian Keuangan mengatakan, dirinya bersama beberapa karyawan lain mendatangi rumah Metta untuk menemani Heru yang merupakan teman satu pekerjaan dengan dirinya.
“Saya satu kantor dengan pak Heru, kalau ibu Metta bekerja di KPP Pratama Pangkal Pinang. Tadi rombongan kementerian keuangan juga ada yang satu pesawat hendak ke Pontianak, kalau ibu Metta kan mau tugas di Pangkal Pinang,” kata Yahya di depan rumah duka.
Yahya menuturkan, dirinya mengetahui Metta berangkat dengan penerbangan pesawat lion air setelah adanya informasi dari group kantornya, bahwa rekan kerjanya Heru mengantar Metta ke bandara menaiki pesawat lion air yang hilang kontak.
“Bapak Heru kan bekerja di Inspektorat Jendral Keuangan, jadi ini banyak teman kantor dari kementerian. Dari kantor ditugaskan untuk dibagi-bagi tempat melayat, karena ada banyak karyawan kementrian keuangan yang menaiki pesawat itu,” tambah Yahya.
Yahya menginformasikan untuk mengantarkan kepulangan korban,
Selasa (29/10/2018) pagi akan dilakukan upacara dengan pakai putih hitam sebagai ungkapan duka. Padahal biasanya hari selasa mengenakan batik.
“Jadi kami berduka, banyak didaftarnya karyawan kementrian keuangan. Dari informasinya semua meninggal, karena pesawat tenggelam. Tapi kami masih menunggu kabar lebih lanjut,” tandasnya. (As)
Editor : Tobing







