
BogorUpdate.com – Bentuk kemarahan para sopir angkot konvesional trayek 01 jurusan Ciawi – Baranangsiang dan 09 jurusan Sukasari – Warung Jambu, mereka mereka melakukan aksi hingga melakukam sweeping di Depan Kantor Dishub Kota Bogor, Selasa (13/11/18).
Dengan membawa spanduk dan karton bertulisan penolakan angkot modern, mereka berteriak-teriak menyerukan agar Dishub memberhentikan operasi Angkot Modern.
Ratusan sopir angkot trayek 01, nampak menyetop setiap angkot yang melintas dan menurunkan paksa semua penumpangnya.
Ratusan angkot diparkir dibahu jalan disepanjang Jalan Raya Tajur hingga mengakibatkan kemacetan panjang. Petugas Dishub dan Polantas sibuk mengatur lalu lintas supaya lalu lintas tetap berjalan lancar.
Dudung salah satu sopir angkot 01 yang juga sebagai Koordinator aksi menegaskan, aksi tersebut merupakan buntut dari sebuah kebijakan yang memaksakan angkot modern beroperasi.
Padahal kata dia, para sopir sudah beraudiensi dengan Dishub dan meminta agar angkot hasil konversi itu tidak beroperasi dulu.
“Ya ini buntut dari kemarahan para sopir, saat audiensi kemarin tidak ditemukan solusi, keinginannya tidak ditanggapi bahkan Dishub tetap dengan pendiriannya untuk mengoperasikan angkot modern dan mempersilahkan jalan masing-masing,” kata Dudung.
Menurut sopir angkutan 01 jurusan Ciawi-Baranangsiang itu, seharusnya Dishub mendengarkan aspirasi para sopir angkot, bukan terus memaksa dan membiarkan para sopir marah.
Bahkan lanjut dia, pihaknya juga sudah melayangkan surat untuk audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), namun hingga kini belum ada jawaban.
Ia mengaku, akan tetap berusaha melakukan audiensi dengan para dewan untuk musyawarah, hingga ditemukan solusi yang menguntungkan semua pihak. Pada dasarnya kami mendukung penataan angkutan.
“Dari awal yang dibahas konversi angkot menjadi bus sedang, tapi tiba-tiba muncul angkot modern, ada apa ini, pasti ada permainan ini,” tandas Dudung.
Sementara Menurut Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bogor Dodi Wahyudin mengatakan, untuk meredam situasi, sejumlah perwakilan sopir diajak beraudiensi di Kantor Dishub.
“Ya kami ajak audiensi, dan sudah melakukan komunikasi denga bu kadis, angkot bodern langsung ditarik untuk distop beroperasi dulu,” katanya.
Namun lanjut dia, belum tahu sampai kapan angkot modern itu dihentikan beroperasi hingga waktu yang tidak ditentukan. Tidak tahu sampai kapan, nanti dilanjut rapat dinas untuk keputusannya bagaimana,” pungkas Dodi. (As)
Editor : Tobing







