Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeHukum & Kriminal

Dinilai Gagal Tata Angkot, HMI Desak Kadishub Dicopot

×

Dinilai Gagal Tata Angkot, HMI Desak Kadishub Dicopot

Sebarkan artikel ini

 

BogorUpdate.com – Menyikapi aksi unjuk rasa yang dilakukan para sopir angkot 01 dan 09, HMI Kota Bogor menilai bahwa Dishub telah gagal dalam melakukan penataan angkutan.

 

Atas kegagalan tersebut, pihaknya menegaskan bahwa Walikota Bogor Bima Arya harus tegas, bahkan layak mencopot Kadishub Kota Bogor Rakhmawati karena tidak bisa menunjukan kinerjanya

 

Disinggung soal pangkal persoalannya, Ketua HMI Kota Bogor Saepul Wahyudin Putra mengatakan, bahwa mengeluarkan Angkot Modern adalah wujud kemunduran dalam dunia transportasi Kota Bogor, pasalnya walaupun disebut modern namun tetap saja jenisnya angkot.

 

“Dalam mengeluarkan program, kenapa tidak seperti kota lain yang sudah maju berfikir dalam mengembangkan transportasi misalnya Bus Rapid Transit (BRT), kalau sama-sama angkot dimana bisa mengatasi kemacetan,” kata Saeful, Selasa (13/11/18).

 

Dalam menata transportasi kata dia, Dishub seharusnya tegas dan jelas jangan hanya mencari keuntungan dengan pihak ke tiga, yang akhirnya habya mengacak penataan Kota Bogor.

 

“Saya nilai, seharusnya Pemkot konsisten untuk mengoptimalkan bus angkutan massal ketimbang menambah jumlah angkot,” ujarnya.

 

Ia melanjutkan, Dishub tidak bisa merubah program yang sebenarnya telah dengan baik dirancang oleh Walikota. Dengan demikian ia menegaskan bahwa Diahub telah gagal dalam melakukan penataan angkutan.

 

“Ya jelas dengan polemik angkot modern yang akhirnya para sopir demo besar-besaran kaya gitu, bahwa Diahub telah gagal dan selayaknya Kepala Dinasnya dicopot,” tegasnya.

 

Ditempat berbeda, Ketua GP Ansor Kota Bogor Rachmat Imron Hidayat mengatakan bahwa program angkot modern itu program yang tak jelas asal usulnya.

 

Hal itu bukan tanpa alasan, tetapi karena angkot modern muncul tidak melalui kajian yang matang, bahkan dirinya menduga program angkot modern hanya proyek kepentingan pengusaha yang ingin mengeruk keuntungan dari kebijakan pemerintah.

 

“Kalau program itu dilakukan kajian yang matang tidak akan jadi polemik, tapi coba lihat angkot modern ini sampai sekarang tidak jelas. Diahub dan Keperasi saling lempar, bahkan Wakil Walikota Usmar Hariman memprotes program angkot modern, ini kan lucu,” tegasnya. (As)

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *