Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomePemerintahan

Sejumlah Elemen Desak Kadishub Mundur

×

Sejumlah Elemen Desak Kadishub Mundur

Sebarkan artikel ini

 

Foto ilustrasi

 

BogorUpdate.com – Setelah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) yang menilai Dishub gagal jalankan program, kini bagian GP Ansor yang menyikapi kinerja Dishub dan mendesak Rakhmawati mundur dari jabatannya.

 

Ketua GP Ansor Kota Bogor Rahmat Imron Hidayat mengatakan wajar, jika ada desakan untuk Kadishub Rakhmawati segera mundur, karena selama kepemimpinanya tidak ada program berarti yang sukses dijalankan.

 

“Saya minta Walikota Bogor Bima Arya segera mencari sosok yang pas untuk menjadi Kadishub mengganti Rakhmawati,” tegas Rommy sapaan akrabnya Ketua GP Ansor itu, Kamis (15/11/18).

 

Hal itu bukan tanpa alasan, tetapi kata dia, banyak sejumlah program terkait transportasi jadi program prioritas dan harus diselesaikan oleh orang yang tepat.

 

Sementara Ketua HMI Kota Bogor Saeful Wahyudin Putra mengatakan dengan kinerja Dishub selama ini yang buruk, ia meminta Walikota harus berani melakukan evaluasi.

 

“Kalau hal ini dibiarkan, kami sebagai salah satu elemen masyarakat khawatir, program-program walikota yang sebenarnya sudah baik karena tidak mampu dijalankan dengan baik maka hanya akan berakhir dengan kegaduhan dan kesemrawutan ini sangat kita sayangkan,” kata Saeful.

 

Ia menambahkan, prinsip pemerintahan itu bekerja sebagai team, maka akan sangat percuma jika pemimpin nya sudah cerdas tapi anak buahnya tidak mampu.

 

“Ini sangat penting untuk diperhatikan, mengingat tupoksi Dishub sangatlah vital dan menyangkut hajat hidup orang banyak, jadi kalau tidak mampu bekerka ya ganti saja,” tegasnya.

 

Terlebih lanjut dia, dalam kegagalan banyak program di SKPD yang menangani infrastruktur, lalu lintas dan angkutan itu kemarin DPRD memgatakan bahwa salah satu persoalan yaitu Kadis sangat tidak komunikatif.

 

“Ini jelas masalah besar, bagaimana mungkin personal yang tupoksinya vital dan penting, bersinggungan dengan banyak kalangan tapi tidak komunikatif,” tambahnya.

 

Seperti diketahui, belum lama ini sopir angkot 01 dan 09 melakukan aksi demo besar-besaran bahkan mogok narik angkutan. Dalam aksinya mereka meninta Dishub menyetop beroperasinya Angkot Modern karena dinilai merugikan.

 

Menurut para sopir sejauh dalam rencana program konversi yang disosialiasaikan 3 angkot menjadi satu bus sedang, tapi tiba-tiba muncul angkot modern. (As)

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *