Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaEkobisHome

Tingkatkan Investasi di Kota Bogor, Bima Tawarkan China Town ke Investor

×

Tingkatkan Investasi di Kota Bogor, Bima Tawarkan China Town ke Investor

Sebarkan artikel ini

 

BogorUpdate.com – Walikota Bogor Bima Arya tawarkan China Town, sebuah kawasan perdagangan di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, kepada puluhan investor. Hal dilakukan untuk meningkatkan  investasi di Kota Bogor tahun 2019 mendatang.

 

Kegiatan tersebut dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor deengan mengundang investor di gedung Technosnet IPB Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah.

 

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, hari ini dikumpulkan ratusan investor dari berbagai wilayah Jabodetabek termasuk para pengusaha dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Bogor juga ada dari Bank Indonesia (BI) Jawa Barat.

 

“Kami menawarkan China Town yang paling indah dari China Town manapun, yang selama ini dikuasai Pedagang Kaki Lima (PKL) malam sampai Subuh sudah ditata untuk kawasan perdagangan,” kata Bima.

 

Bima menjelaskan, geliat ekonomi Kota Bogor akan meningkat dengan penata Suryakencana yang berkesinambungan, selain itu ada juga daya tarik Kota Bogor yaitu Kampung Tematik juga ada kucuran dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) sebesar Rp41 miliar untuk menata Ciliwung dengan adanya joging track.

 

“Nanti bisa berlari dan berjalan dipinggir sungai Ciliwung di Kota Bogor, rumah akan menghadap sungai Ciliwung agar lebih tertata. Para investor juga bisa melihat Simtaru bagaimana Kota Bogor mendatang, mana yang boleh dibangun hotel atau tidak dan lainnya,” tambahnya.

 

Politisi PAN itu menambahkan, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor mendapatkan penghargaan dari 99 top inovasi di Indonesia, inovasi ini dilakukan agar jelas berapa lama dan biaya berapa pengurusan izin di Kota Bogor.

 

“Selain itu tahapannya sampai mana bisa dipantau. Jadi itu yang ditawarkan oleh kami. Ada juga penataan transportasi dengan investasi kendaraan, itu harus berjalan. Karena itu investasi yang besar untuk Kota Bogor,” terangnya.

 

Sementara Kepala DPMPTSP Kota Bogor Denny Mulyadi menuturkan, ada satu inovasi pelayanan perizinan yang mendapat penghargaan dari Kemenpan RB dengan kategori unit pelayanan sangat baik diserahkan langsung di Jakarta.

 

Masih kata Denny, ada beberapa cara inovasi yang melibatkan pihak ketiga dalam menyusun regulasi pelayanan serta terkait digitalisasi.

 

“Mulai dari awal pendaftaran sampai akhir sampai selesai pengurusan diberi kemudahan. Tidak perlu sering datang ke kantor kami. Untuk tahun 2018 nilai investasi sebesar Rp2,3 triliun dan saat ini sudah mencapai Rp3 triliun per November 2018,” tuturnya.

 

Sementara itu Kabid Penanaman Modal pada DPMPTSP Kota Bogor Denni Wismanto mengatakan, kebanyakan nilai investasi di Kota Bogor adalah bidang transportasi seperti tol Bogor Outer Ring Road (BORR) yang bernilai Rp1,2 triliun.

 

Menurut dia, sektor lain yang mendongkrak investasi adalah perdagangan dan jasa yang lainnya seperti hotel serta restoran untuk bisa menambah nilai investasi di Kota Bogor.

 

“Adanya kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif dengan sesama star up juga pebisnis. Karena berjalan sendiri sulit, kalau berkolaborasi skala bisnis semakin besar,” pungkasnya. (As)

 

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *