Cibinong, BogorUpdate.com – Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade angkat suara usai namanya disebut-sebut diduga terlibat dalam kasus korupsi kepengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.
Mengenai hal itu, Ade memilih santai dan ogah menanggapi secara pusing komentar yang berseliweran tentang dirinya di media sosial (Medsos).
“Kirain siapa yang nanya, taunya dari medsos. Yaudah santai aja,” ujar Ade kepada wartawan di Cibinong, Kamis, (24/9/2026).
Meski menanggapi secara santai, Ade menegaskan dirinya menghormati setiap langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini terus mendalami kasus korupsi kepengurusan HGB pada PT Summarecon Agung TBK.
“Kita hormati (setiap langkah KPK), santai aja,” katanya.
Sementara itu, puluhan demonstran yang terdiri dari Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) bersama Pemuda Lira Bogor telah menggelar unjuk rasa di kawasan kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.
Dalam aksi itu, desakan para demonstran dilontarkan kepada KPK untuk mengusut dugaan keterlibatan Jaro Ade pada kasus korupsi tersebut.
“Kami harap KPK segera mengembangkan kasus ini yang kita ketahui bahwa diduga adanya keterlibatan Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade terkait kasus ini dengan PT BSS,” ucap Ketua HPPMI, Yusuf Bachtiar.
Dalam kesempatan itu, Bachtiar mendesak KPK untuk segera mengusut tuntas dugaan keterlibatan orang nomor dua di Bumi Tegar Beriman tersebut.
“Harapan kita KPK tidak berhenti hanya di Summarecon, tapi harus ada Summarecon jilid II. Jadi, seperti PT BSS yang saat ini menjadi masalah besar yang juga harus diusut,” harapnya.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu informasi beredar menyeruak bahwa adanya pertemuan yang diduga melibatkan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan Fahd El Fouz A Rafiq, anggota DPRD Jawa Barat, hingga pihak Summarecon.
Dalam hal itu, Jaro Ade disebut menjadi fasilitator dalam pertemuan tersebut. Namun, Wabup Bogor itu membantah bahwa pertemuan yang dihadirinya berkaitan dengan penerbitan sertifikat HGB Summarecon.
Bahkan, Jaro Ade pun mengakui pernah mengikuti rapat bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat. Akan tetapi, rapat tersebut diklaimnya membahas sengketa lahan antara warga dan PT BSS. (Erwin)






