Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, ternyata masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan aksesibilitas warga, termasuk akses menuju tempat ibadah.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat memimpin apel di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (28/9/2026) pagi.
Dedie mengungkapkan, pihaknya kerap menerima surat dari pengurus gereja yang berada di kawasan Jalan Sudirman. Surat tersebut, kata dia, berkaitan dengan akses menuju tempat ibadah yang ikut terdampak ketika ruas jalan ditutup selama pelaksanaan CFD.
“Terkait dengan hal-hal yang kemudian sedikit menghambat akses mereka ke tempat ibadah mereka,” kata Dedie dalam sambutannya.
Selain persoalan akses tempat ibadah, Dedie menyebut sejumlah warga juga mengeluhkan aksesibilitas selama CFD berlangsung. Penutupan Jalan Sudirman membuat masyarakat harus mencari jalur alternatif untuk menuju lokasi tujuan.
“Begitu kita tutup, masyarakat kemudian merasa harus ada effort, harus ada usaha lebih menghindari Jalan Soedirman mencari alternatif-alternatif,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot Bogor memastikan pelaksanaan CFD tetap akan diupayakan berjalan dengan pelayanan yang optimal. Salah satu solusi yang tengah disiapkan yakni dengan menata jalur protokol alternatif di kawasan Jalan Dewi Sartika.
Dedie menyebut Jalan Dewi Sartika dibidik untuk menjadi salah satu jalur protokol Kota Bogor ke depan. Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penataan akses lalu lintas sekaligus mendukung perubahan wajah kawasan pusat kota.
“Jalan Dewi Sartika sebagai jalan protokol. Selama ini kita kesulitan, bapak ibu mau melaksanakan CFD di Sudirman terkendala persoalan aksesibilitas,” ungkapnya.
Namun, Dedie mengakui rencana menjadikan Jalan Dewi Sartika sebagai jalur protokol tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Pemkot Bogor memperkirakan proses penataan tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat tahun.
Menurutnya, konsep tersebut nantinya akan mencakup koridor mulai dari kawasan Alun-alun Kota Bogor, Jalan Dewi Sartika hingga terhubung menuju Jalan Sawahjajar dan kembali ke kawasan Jalan Sudirman.
“Mulai dari alun-alun Jalan Dewi Sartika sampai dengan Jalan Sawahjajar keluar di Sudirman, keluar di pengadilan, semuanya akan lebih tertib lagi,” bebernya.
Dedie mengatakan rencana tersebut telah mendapat kesepahaman di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Wakil Wali Kota Bogor dan Sekretaris Daerah Kota Bogor disebut memiliki semangat yang sama dalam mendorong penataan kawasan tersebut.
“Jadi ini bagian dari konsep bagaimana mengubah wajah Kota Bogor ke depan. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Karena momentumnya ada,” pungkasnya.
Pemkot Bogor kini perlu menyiapkan tahapan penataan secara bertahap agar rencana tersebut dapat berjalan, sekaligus memastikan akses masyarakat dan aktivitas pelayanan publik tetap terakomodasi selama pelaksanaan CFD di Jalan Sudirman. (Abizar)






