Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Paspor Ria di CFD Kota Bogor Disambut Antusias, 30 Kuota Ludes dalam Sekejap

×

Paspor Ria di CFD Kota Bogor Disambut Antusias, 30 Kuota Ludes dalam Sekejap

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor membuka layanan pembuatan paspor melalui program Paspor Ria, Paspor Ceria di area Car Free Day (CFD) Kota Bogor, Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (4/10/2026).

Dengan adanya layanan tersebut masyarakat Kota Bogor kini memiliki alternatif waktu untuk mengurus paspor tanpa harus meninggalkan aktivitas pada hari kerja.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, mengatakan pelayanan tersebut digelar untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang kesulitan mengurus paspor pada jam kerja.

“Ini kegiatan dari Bapak Dirjen Imigrasi yang kami laksanakan. Sesuai dengan kebutuhan Kantor Imigrasi Bogor, banyak masyarakat yang perlu mendapatkan pelayanan di luar jam kerja,” kata Ritus.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap layanan tersebut cukup tinggi. Dari 30 kuota yang disediakan, seluruhnya langsung terisi.

“Kami membuat pelayanan di luar jam kerja pada hari Minggu. Sangat antusias warga, dari kami buka 30 kuota, semuanya full,” ujarnya.

Ritus menambahkan, layanan serupa berpeluang kembali digelar di lokasi CFD lainnya. Kantor Imigrasi Bogor saat ini mempertimbangkan pelaksanaan pelayanan di CFD Kota Bogor maupun CFD Cibinong secara bergantian.

“Personel kami terbatas. Kalau dua tempat sekaligus, agak berat. Mungkin akan bergantian untuk melaksanakan kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi langkah Kantor Imigrasi Bogor yang memanfaatkan momentum CFD untuk menghadirkan pelayanan publik secara langsung kepada masyarakat.

Menurut Dedie, CFD tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan instansi vertikal untuk mendekatkan pelayanan kepada warga.

“Kesekian kali kita menyelenggarakan CFD di Kota Bogor. Banyak sekali instansi vertikal yang memiliki keinginan untuk memanfaatkan masyarakat yang hadir dengan memberikan langsung pelayanan,” kata Dedie.

Ia menilai pelayanan paspor pada hari Minggu menjadi solusi bagi masyarakat yang terkendala waktu kerja.

“Kenapa di hari Minggu? Karena banyak masyarakat di hari kerja itu padat dan susah mendapatkan izin dari atasan. Kita berikan kesempatan di hari Minggu ini,” ujarnya.

Dedie menyebut layanan pembuatan paspor tersebut tetap dikenakan tarif sesuai ketentuan, yakni Rp950 ribu untuk layanan yang diberikan.

Ia berharap pelayanan paspor di CFD dapat kembali digelar pada kesempatan berikutnya sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk mengurus dokumen perjalanan.

“Mudah-mudahan respons masyarakat dalam CFD ke depan bisa juga mungkin diselenggarakan lagi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi untuk penyelenggaraan pelayanan paspor di hari Minggu,” pungkasnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *