Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Kota Bogor Bakal Punya Pusat Pemerintahan Terpadu, 21 OPD Disatukan di Lahan 6 Hektare

×

Kota Bogor Bakal Punya Pusat Pemerintahan Terpadu, 21 OPD Disatukan di Lahan 6 Hektare

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan kawasan seluas enam hektare di Kecamatan Bogor Timur sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik terpadu. Kawasan ini direncanakan menampung 21 organisasi perangkat daerah (OPD) agar masyarakat lebih mudah mengakses berbagai layanan dalam satu lokasi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung progres pekerjaan di calon lokasi pusat pemerintahan tersebut, Senin (12/10/2026). Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pembersihan lahan (land clearing) dan pembangunan jalan tembus.

Dedie menjelaskan, jalan tembus tersebut dirancang menghubungkan Tol Bogor Selatan, kawasan Bogor Raya City, area perkantoran Pemkot Bogor, hingga kembali ke Bogor Raya City. Akses ini juga diharapkan mempermudah mobilitas warga dari kawasan perumahan Bogor Raya menuju Summarecon.

“Pembangunan jalan tembus ini capaiannya sudah mencapai 48 persen dengan deviasi positif 10 persen. Konstruksinya ditargetkan selesai pada November, kemudian dilanjutkan uji coba serta melengkapi marka dan penerangan jalan,” ujar Dedie.

Ia berharap jalan tersebut dapat mulai beroperasi pada Desember 2026 atau dimanfaatkan sepenuhnya pada Januari 2027.

Selain akses jalan, kawasan ini akan dikembangkan secara bertahap dengan berbagai fasilitas publik, mulai dari sarana olahraga, masjid, tempat pemakaman umum (TPU), hingga kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Pembangunan masjid direncanakan berdampingan dengan Pondok Pesantren Sirajul Huda, sedangkan fasilitas olahraga ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Menurut Dedie, keberadaan 21 OPD dalam satu kawasan diharapkan dapat mengintegrasikan pelayanan pemerintahan sehingga masyarakat tidak perlu berpindah-pindah lokasi saat mengurus perizinan maupun administrasi lainnya.

“Nanti direncanakan ada 21 OPD di sini. Pusat layanan masyarakat dipusatkan di satu area agar masyarakat tidak terpencar-pencar saat mengurus perizinan maupun kebutuhan layanan publik lainnya,” jelasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Dedie juga mengecek tiga titik sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sekitar, termasuk warga Kampung Pamulaan, Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Pemkot Bogor memastikan sumber mata air tersebut tetap dapat dimanfaatkan warga melalui pemasangan sambungan pipa. Sementara itu, sumber mata air lainnya akan digunakan untuk mendukung kebutuhan kebun pembibitan.

Dedie mengatakan, pengembangan kawasan ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pelayanan publik sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Kota Bogor.

“Pembangunan tidak selamanya berpusat di tengah kota. Kita terus mencoba mencarikan alternatif-alternatif baru demi mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kota Bogor,” pungkasnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *