Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Pemkot Bogor Tertibkan 28 Lapak PKL di Jalan Dr. Semeru, Siapkan Penataan Kawasan Kesehatan

×

Pemkot Bogor Tertibkan 28 Lapak PKL di Jalan Dr. Semeru, Siapkan Penataan Kawasan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melanjutkan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Dr. Semeru, Kota Bogor.

Para pedagang diarahkan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan pihak Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) guna membahas penempatan lapak baru, sementara pemerintah berencana menata kawasan tersebut untuk mendukung akses menuju proyek Gene Bank.

Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi, mengatakan para pedagang yang telah menempati kawasan tersebut selama puluhan tahun mulai melakukan penertiban secara mandiri dan persuasif. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, proses pembongkaran terakhir difokuskan pada titik bengkel.

Menurut Dudi, terdapat 28 titik pedagang yang menjadi bagian dari penataan kawasan Jalan Dr. Semeru. Jumlah tersebut mencakup pedagang di sisi kanan dan kiri jalan. Pemerintah kecamatan akan mendorong penataan secara bertahap melalui pendekatan persuasif.

“Total kemarin ada 28 titik ya. Semoga ini kawasan Jalan Dokter Semeru ini akan tertib dan indah ke depannya,” ujar Dudi.

Ia menjelaskan, para pedagang diarahkan untuk berkolaborasi dengan pihak RSMM di area pojok dekat Rumah Sakit Ainun. Lokasi tersebut direncanakan menjadi area khusus atau corner bagi pedagang agar aktivitas berjualan lebih tertata.

Meski demikian, Dudi mengaku tidak mengikuti secara terperinci pembahasan teknis mengenai biaya sewa di lokasi baru. Ia menegaskan bahwa fokus pemerintah kecamatan adalah menertibkan fasilitas bagi pejalan kaki dan mengarahkan pedagang untuk berkomunikasi melalui paguyuban dengan pihak terkait

Dudi juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum tersedia aset milik Pemkot Bogor yang secara khusus diperuntukkan bagi relokasi PKL. Karena itu, komunikasi dengan pihak personal maupun institusi menjadi salah satu jalan untuk mencari solusi penempatan pedagang.

“Kami tidak melarang mereka berdagang, cuma di mana dan kapan, seperti apa mereka berdagang, tentu harus memahami juga kepentingan publik, sehingga tidak menggunakan fasilitas publik untuk berniaga,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa penataan Jalan Dr. Semeru berkaitan dengan dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan Gene Bank atau Genomic Bank yang melibatkan Kementerian Kesehatan. Proyek tersebut ditargetkan memasuki tahap finalisasi pada 2026.

Menurut Dedie, penataan kawasan di sekitar Jalan Dr. Semeru hingga akses menuju RSMM dan Gene Bank merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang layak dan representatif untuk mendukung pelayanan serta penelitian di bidang kesehatan.

Selain Gene Bank, kawasan tersebut juga direncanakan menjadi lokasi rumah sakit pendidikan IPB University. Dedie berharap berbagai fasilitas kesehatan yang berada di kawasan itu dapat terintegrasi sehingga mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Kita jadikan sebagai sebuah kompleks kawasan kesehatan, pelayanan masyarakat di bidang kesehatan,” ujar Dedie.

Ia juga menyampaikan bahwa penataan tidak berhenti di Jalan Dr. Semeru. Pemkot Bogor berencana melanjutkan pembenahan ke Jalan Mawar, Jalan Semeru, kawasan Jalan Perusahaan, hingga mengintegrasikannya dengan Pasar Merdeka.

Dedie menegaskan, penertiban dilakukan dengan mengacu pada peraturan daerah tentang ketertiban umum. Menurutnya, bangunan atau lapak yang menggunakan badan jalan, saluran air, drainase, maupun lahan terbuka untuk kepentingan publik tidak diperbolehkan.

Ia mengapresiasi para pedagang yang bersedia membongkar lapaknya secara sukarela. Pemerintah, kata dia, tetap mendorong komunikasi lebih lanjut agar solusi penempatan dan persoalan harga dapat dibicarakan oleh pihak-pihak terkait.

Melalui penataan tersebut, Pemkot Bogor berharap kawasan Jalan Dr. Semeru menjadi lebih tertib dan tidak kumuh, sekaligus mendukung akses menuju Gene Bank serta pengembangan fasilitas kesehatan di wilayah Bogor Barat. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *