Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Belajar Sains Sambil Jaga Lingkungan, Eco-Technopark UIKA Bogor Sambangi SDIT Alif Ciawi

×

Belajar Sains Sambil Jaga Lingkungan, Eco-Technopark UIKA Bogor Sambangi SDIT Alif Ciawi

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor melalui Eco-Technopark memperkuat edukasi sains dan teknologi kepada masyarakat melalui kegiatan Science on the Road di SDIT Alif, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan inovasi pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan sejak usia sekolah.

UIKA Bogor menjadi salah satu dari 22 unit penerima Program IN-SAINTEK Tahun 2026 secara nasional melalui program Waste Management GreenTech. UIKA juga termasuk dalam delapan perguruan tinggi swasta yang menerima program tersebut.

Informasi itu disampaikan dalam sambutan Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang dibacakan dalam kegiatan Science on the Road Eco-Technopark UIKA di SDIT Alif.

Dalam sambutannya, pihak Direktorat mengapresiasi pengembangan Eco-Technopark serta kegiatan edukasi dan pengenalan inovasi yang telah dilakukan UIKA, termasuk melalui Science Day. Kegiatan Science on the Road dinilai memperluas jangkauan pembelajaran dengan menghadirkan pengalaman belajar sains dan teknologi secara langsung di lingkungan sekolah.

Bogor dinilai memiliki posisi strategis bagi UIKA untuk menjadi simpul pembelajaran sains dan teknologi bagi sekolah, keluarga, serta komunitas di sekitarnya. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, yayasan, dan masyarakat diharapkan dapat terus dikembangkan.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai praktik pengelolaan lingkungan, termasuk pembuatan kompos dengan metode Orgadec dan Takakura, pembuatan pestisida nabati, serta pemanfaatan media tanam. Pembelajaran ini diarahkan agar sains dan teknologi tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Direktorat juga mengajak para siswa SDIT Alif untuk membangun kebiasaan sederhana yang berdampak terhadap lingkungan. Di antaranya memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air dan listrik, serta merawat tanaman.

Anak-anak juga didorong untuk terus bertanya, mencoba, dan membagikan kebiasaan baik kepada keluarga maupun teman. Salah satu praktik yang dapat dilakukan adalah mengolah sampah organik menjadi kompos sehingga sampah dapat dimanfaatkan kembali.

Kepala sekolah, guru, dan pembimbing turut diharapkan menanamkan edukasi lingkungan melalui pembelajaran serta keteladanan sehari-hari. Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari perilaku siswa di sekolah maupun di rumah.

Direktorat berharap dukungan Program IN-SAINTEK dapat menjadi pemantik bagi pembelajaran rutin dan pendampingan yang konsisten, termasuk setelah bantuan program berakhir. Pemilahan sampah, pengomposan bersama, dan pengembangan kebun belajar disebut dapat menjadi praktik berkelanjutan dengan melibatkan guru, orang tua, mahasiswa, serta komunitas

Keberhasilan program tersebut diharapkan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari meningkatnya literasi dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan sains dan teknologi. Karena itu, praktik baik yang dihasilkan perlu didokumentasikan, dipantau penerapannya, dan diperluas manfaatnya kepada sekolah serta komunitas lain di Bogor dan Jabodetabek.

Melalui Eco-Technopark, UIKA diharapkan terus menjadi tempat masyarakat belajar, berkonsultasi, dan mengembangkan solusi untuk persoalan lingkungan. Kolaborasi antara kampus, sekolah, dan masyarakat menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan pemanfaatan sains dan teknologi dengan kebutuhan sehari-hari. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *