Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

YKI Kota Bogor Bakal Sambangi 6 Pasien Kanker Payudara, Beri Dukungan Pengobatan

×

YKI Kota Bogor Bakal Sambangi 6 Pasien Kanker Payudara, Beri Dukungan Pengobatan

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bogor bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor untuk memperkuat edukasi deteksi dini sekaligus memberikan dukungan kepada pasien yang masih menjalani pengobatan.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026, Ketua YKI Cabang Kota Bogor, Yantie Rachim, menyampaikan rencana kunjungan kepada enam pasien kanker payudara yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor

Kunjungan tersebut bertujuan memberikan semangat, perhatian, dan pendampingan agar para pasien tetap kuat menghadapi proses pengobatan. Menurut Yantie, dukungan dari keluarga, lingkungan, dan berbagai pihak sangat berarti bagi mereka yang tengah berjuang melawan kanker.

“Kami akan membersamai mereka, memberikan semangat, mendampingi mereka, dan mengatakan bahwa mereka tidak sendiri. Kami dari YKI Kota Bogor akan terus mendampingi perjuangan mereka,” ujar Yantie.

Ia menjelaskan, pendampingan pasien merupakan bagian dari kepedulian YKI Kota Bogor. Kegiatan serupa juga pernah dilakukan saat peringatan Hari Kanker Sedunia pada Februari lalu.

Selain memberikan dukungan kepada pasien, peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini kanker payudara.

Wali Kota Bogor turut menekankan perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, kasus kanker di Kota Bogor disebut menunjukkan kecenderungan meningkat setiap tahun.

Ia menyebut sejumlah faktor yang dapat memengaruhi risiko kanker, antara lain faktor genetik, pola hidup tidak sehat, serta penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter.

Karena itu, edukasi kesehatan dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai kanker, termasuk langkah pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit sejak dini.

Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan kanker payudara maupun kanker serviks. Pemeriksaan diperlukan agar kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan medis

“Jangan sampai masyarakat takut ketika ada pemeriksaan kanker serviks atau kanker payudara. Justru kita ingin mendeteksi lebih awal,” ujarnya.

Ia turut mendorong masyarakat memanfaatkan program CKG Smart atau Cek Kesehatan Gratis Smart sebagai salah satu upaya meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan

Di tengah kegiatan tersebut, kisah Isnaeni Purnamawati, warga Kelurahan Sempur yang akrab disapa Bu Nonis, menjadi pengingat tentang panjangnya perjuangan sebagian pasien dalam menghadapi kanker.

Perempuan berusia 57 tahun itu menceritakan perjalanan kesehatannya yang telah berlangsung sejak 2010. Saat itu, ia menjalani pemeriksaan terkait rahim dengan hasil patologi anatomi (PA) yang menunjukkan kondisi jinak.

Enam tahun kemudian, tepatnya pada 2016, Bu Nonis didiagnosis mengalami kanker ganas pada payudara. Ia juga menceritakan adanya keterlibatan kelenjar getah bening di bagian ketiak.

Perjuangannya belum berhenti. Pada 2019, muncul benjolan di bagian punggung dan pundak yang menambah perjalanan panjang pengobatannya. Hingga kini, ia mengaku telah menjalani tujuh kali operasi.

Pada 2026, Bu Nonis kembali menjalani pemeriksaan setelah ditemukan benjolan di area kelenjar getah bening. Menurut penuturannya, hasil pemeriksaan patologi anatomi kali ini menunjukkan kondisi jinak.

Meski harus melewati berbagai pemeriksaan, pengobatan, dan operasi, Bu Nonis berusaha menjaga semangat dalam menjalani kesehariannya. Ia ingin pengalaman yang dilaluinya menjadi dorongan bagi pasien lain agar tidak kehilangan harapan ketika menghadapi diagnosis kanker.

“Jangan pesimis. Kita divonis kanker ganas, lantas kita langsung terpuruk. Jangan, kita harus semangat,” kata Bu Nonis.

Ia juga mengingatkan sesama pasien agar tidak merasa sendirian atau menjauh dari lingkungan sosial akibat penyakit yang dialami. Menurutnya, menjalani kegiatan yang disukai, berdoa, dan memperoleh dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu menjaga semangat selama menghadapi masa sulit.

atau melakukan perjalanan. Ia bahkan menceritakan pernah tetap beraktivitas setelah menjalani operasi payudara ketika masih menggunakan selang drainase. Pengalaman tersebut disampaikannya sebagai bagian dari perjalanan pribadi, dengan aktivitas yang disesuaikan dengan kondisinya saat itu.

Ia mengajak pasien kanker untuk tetap memiliki harapan dan menjalani pengobatan sesuai arahan tenaga medis. Semangat, menurutnya, perlu berjalan bersama upaya medis dan perhatian terhadap kondisi tubuh masing-masing.

Kisah Bu Nonis sekaligus mengingatkan bahwa pengalaman setiap pasien kanker tidak selalu sama. Karena itu, pemeriksaan dan penanganan medis tetap menjadi bagian utama dalam menghadapi penyakit tersebut.

Melalui peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia, Pemkot Bogor dan YKI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini, tidak takut memeriksakan diri, serta memberikan dukungan kepada pasien yang tengah menjalani pengobatan.

Pendampingan sosial dan perhatian terhadap pasien diharapkan dapat membantu mereka merasa tidak sendirian. Sebab, di samping penanganan medis, dukungan dari keluarga dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam menemani perjalanan pasien menghadapi penyakitnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *