Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

HKG PKK ke-54 Kota Bogor, Dari Cegah Pernikahan Anak hingga Siaga Bencana

×

HKG PKK ke-54 Kota Bogor, Dari Cegah Pernikahan Anak hingga Siaga Bencana

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor terus memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK melalui berbagai inovasi yang menyentuh kebutuhan keluarga. Mulai dari pencegahan pernikahan anak, peningkatan literasi, penguatan ekonomi rumah tangga, hingga pengelolaan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.

Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kota Bogor di Bogor Great Mall Yasmin, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran kader PKK dalam mendorong keluarga yang sehat, mandiri, dan tangguh.

Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, mengatakan empat kelompok kerja PKK terus mengembangkan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi antarkelompok diharapkan dapat memperluas manfaat kegiatan hingga tingkat keluarga dan lingkungan.

“Tema ini menjadi cerminan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK melalui berbagai kegiatan yang mendukung kesehatan keluarga, kepedulian terhadap lingkungan, serta terwujudnya masyarakat yang tangguh dan mandiri,” ujar Yantie.

Pada bidang penguatan keluarga, Pokja I menjalankan program PAAREDI atau Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital. Pokja ini juga menghadirkan CAMPERNIK atau Cara Mencegah Pernikahan Anak untuk memperkuat perlindungan anak dan ketahanan keluarga.

Di bidang pendidikan dan ekonomi, Pokja II mengembangkan Rumah Dilan, JEMARI PKK, dan Kampung Mandiri. Program-program tersebut diarahkan untuk mendukung kesempatan pendidikan, meningkatkan budaya literasi, serta mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

Sementara itu, Pokja III memperkuat ketahanan pangan dan kepedulian lingkungan melalui Ketapang Mas, GEMAS SANLOKA, dan REHARTA BERSERI. Kegiatannya mencakup gerakan menanam cabai, penanaman anggur dan markisa, serta pembiasaan perilaku ramah lingkungan.

Inovasi JADIAN atau Jelantah Jadi Cuan dan JESSICA atau Jelantah, Sisihkan, dan Sedekahkan juga menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat memanfaatkan minyak jelantah. Melalui program tersebut, minyak bekas pakai diharapkan memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial dan lingkungan.

Pada bidang kesehatan dan kebencanaan, Pokja IV memperkuat Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana (GKSTTB). Program ini mendorong keluarga memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi risiko bencana sebelum, saat, dan setelah kejadian.

Dalam peringatan HKG ke-54, TP PKK Kota Bogor turut meluncurkan kader GKSTTB serta menampilkan sembilan proyek percontohan kesiapsiagaan bencana. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi referensi bagi wilayah lain dalam membangun budaya sadar bencana.

Yantie mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat pengabdian dan memperkuat kerja bersama dalam menjalankan program PKK.

“Terima kasih atas dedikasi dan kerja nyata dalam mendampingi keluarga, menggerakkan masyarakat, serta menghadirkan manfaat di lingkungan masing-masing,” katanya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi kader PKK dalam mendukung program pemerintah, terutama pendataan warga yang belum terhubung dengan jaringan air bersih dan penguatan kesiapsiagaan bencana.

Dedie juga mengajak kader PKK menggerakkan pemilahan sampah dari rumah tangga. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pengolahan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan material yang masih memiliki nilai ekonomi.

“Pemilahan sampah dari hulu, dari rumah tangga, harus segera kita kuatkan lagi,” ujarnya.

Melalui rangkaian program dan inovasi tersebut, TP PKK Kota Bogor berupaya memperkuat keterlibatan keluarga dalam pembangunan masyarakat. Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK diharapkan terus berkembang melalui kolaborasi kader dan masyarakat demi mewujudkan keluarga yang berkualitas serta lingkungan yang sehat dan tangguh. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *