Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Keluarga Dini Bongkar Kronologi Kasus Pembunuhan di Madiun, Berawal dari Hilang Kontak hingga CCTV Hotel

×

Keluarga Dini Bongkar Kronologi Kasus Pembunuhan di Madiun, Berawal dari Hilang Kontak hingga CCTV Hotel

Sebarkan artikel ini

Megamendung, BogorUpdate.com – Kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang wanita bernama Dini di Madiun, Jawa Timur mulai terkuak secara terang benderang.

Kasus ini terbongkar berkat kejelian pihak keluarga yang merasa janggal dengan hilangnya komunikasi korban, hingga akhirnya diperkuat oleh rekaman kamera pengawas (CCTV) hotel.

Perwakilan keluarga korban, Yuni Sri Wahyuni, menceritakan awal mula kecurigaan muncul dari adik korban bernama Mia.

Korban dan Mia diketahui kerap berkomunikasi setiap hari, namun tiba-tiba terputus kontak sejak 20 Oktober.

“Awalnya dari kecurigaan adik saya, Mia. Biasanya kan setiap hari ada kabar dari Dini, tapi beberapa hari itu tidak ada kabar sama sekali di WhatsApp, lost contact,” ujar Yuni Sri Wahyuni saat memberikan keterangan, Senin (26/10/26).

Sikap Pura-pura Suami dan Sempat Lapor Polisi

Mendapati Dini tidak dapat dihubungi, Mia lantas menanyakan keberadaan korban kepada suami korban yang bernama Bagus.

Saat itu, Bagus berdalih bahwa korban kemungkinan pergi meninggalkan rumah setelah terlibat perselisihan atau menginap di rumah rekannya.

Merasa ada yang tidak beres, Mia bertolak ke Madiun untuk menemui Bagus dan mendesaknya bersama-sama melapor ke kantor kepolisian setempat.

“Si Bagus pura-pura menanyakan juga, katanya tidak tahu, mungkin ke rumah temannya. Adik saya akhirnya berangkat ke Madiun, nyamper si Bagus dan sempat laporan bareng ke polisi. Waktu itu si Bagus bahkan sempat ditahan sebentar oleh polisi, tapi kemudian dikeluarkannya lagi karena belum ada bukti,” jelas Yuni.

Rekaman CCTV Hotel Ungkap Keterlibatan Pelaku

Keluarga yang terus menyimpan firasat buruk tidak berhenti berupaya.

Penyelidikan kepolisian bersama pihak keluarga akhirnya menemukan titik terang setelah memeriksa rekaman CCTV di sebuah hotel tempat korban ditemukan.

Dalam rekaman CCTV tersebut, terekam pergerakan Bagus yang keluar dari area lokasi kejadian. Rekaman ini sekaligus mematahkan alibi awal Bagus hingga akhirnya penetapan indikasi keterlibatan pelaku menguat.

Yuni membeberkan bahwa korban merupakan istri kedua dari Bagus. Ia menduga aksi nekat Bagus dipicu oleh rasa kepanikan saat hubungan pernikahan tersebut mulai tercium oleh istri pertamanya.

Keluarga Minta Pelaku Dihukum Mati

Atas perbuatan kejam tersebut, pihak keluarga menuntut keadilan maksimal dan meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman terberat kepada pelaku.

Apalagi, korban diketahui sedang dalam kondisi mengandung saat insiden pembunuhan tersebut terjadi.

“Harapan keluarga semoga diupayakan dihukum mati seberat-beratnya. Soalnya ini nyawa yang hilang bukan satu saja, tapi dua nyawa sekaligus bersama bayinya,” tegas Yuni. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *