
Foto pasangan Bupati dan wakil Bupati Bogor usai dilantik oleh Gubernur Jabar
BogorUpdate.com – Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin yang baru saja menduduki kursi empuk nomor 1 di Kabupaten Bogor, punya beban berat memerangi budaya bagi-bagi proyek yang biasa terjadi untuk elite parpol pendukung.
Adik kandung mantan Bupati Bogor dua periode, Rachmat Yasin itu diminta untuk tidak membagikan proyek-proyek APBD kepada kalangan pengusaha yang kerap terlihat dekat dengan dirinya.
“Jangan bagi-bagi proyek dalam APBD ya,” kata Ucok Sky Khadafi, Direktur Center for Badget Analysis (CBA) kepada Bogorupdate, Selasa (1/1/2019).
Ucok mengaku menitipkan harapan besar kepada Ade Yasin untuk tetap berada di relnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga jangan sampai lagi adanya kebocoran anggaran.
“Potensi kebocoran anggaran di Kabupaten Bogor masih sangat besar dan deras,” tandas Ucok.
Pada tahun 2010 sampai 2014 saja, terdapat kerugian negara sebesar Rp138,4 miliar dengan 123 kasus. “Dan dari tahun 2015 sampai 2017 sebesar Rp31,6 miliar dengan 95 kasus,” paparnya.
Ade Yasin dilantik bersama wakilnya Iwan Setiawan. Politisi yang juga Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor itu diharapkan tidak main-main dalam menjalankan amanahnya sebagai kepala daerah.
Kebocoran anggaran, juga rentan terjadi dari pengelolaan pendapatan daerah, terlebih penerimaan pajak dan retribusi.
“Konteks pendapatan daerah masih luput dari pantauan KPK. Makanya ini menjadi tugas bersama. Memang lebih sulit dideteksi, namun dengan kerjasama semua pihak, kebocoran di sektor ini diharapkan dapat terdeteksi dini,” pungkasnya. (Billy Adhiyaksa)
Editor : Tobing







