Cibinong, BogorUpdate.com – Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial, Pemerintah Kabupaten Bogor ingin menghidupkan kembali kebiasaan membaca Al-Qur’an, khususnya di kalangan generasi muda.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Quran Time Bogor Bertilawah yang diinisiasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Sabtu (17/10/2026).
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyambut baik program tersebut. Menurutnya, gerakan ini menjadi langkah positif untuk mendekatkan Al-Qur’an dengan kehidupan masyarakat sekaligus membentuk generasi yang memiliki akhlak mulia.
“Alhamdulillah, kami hadir pada kegiatan Peluncuran Quran Time Bogor Bertilawah. Terima kasih atas ikhtiar mulia dalam menghadirkan Al-Qur’an lebih dekat dengan kehidupan masyarakat,” ungkap Rudy.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kebiasaan membaca dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, H. Raden Enjat Mujiat, mengatakan Quran Time Bogor Bertilawah merupakan gerakan moral untuk membangkitkan semangat membaca Al-Qur’an, terutama di kalangan anak-anak dan Generasi Z.
Menurutnya, perkembangan era digital dan dominasi media sosial menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kebiasaan mengaji di kalangan generasi muda.
“Dahulu aktivitas mengaji dan membaca Al-Qur’an begitu lekat dengan kehidupan anak-anak di kampung, surau, dan musala. Melalui program ini, kami ingin kembali menghidupkan semangat tersebut agar membaca Al-Qur’an menjadi kebiasaan sekaligus bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Tak hanya menyasar masyarakat, Kementerian Agama Kabupaten Bogor juga mendorong gerakan One Day One Juz bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag.
Melalui Quran Time Bogor Bertilawah, Pemkab Bogor berharap budaya membaca Al-Qur’an semakin tumbuh di lingkungan keluarga, sekolah, pemerintahan, hingga masyarakat. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya akrab dengan teknologi, tetapi juga memiliki pegangan nilai keagamaan dan akhlak dalam menjalani kehidupan.






