Kota Bogor, BogorUpdate.com – Aparatur Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, bersama jajaran kelurahan dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat, menertibkan sekitar 35 lapak dan gerobak pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini memenuhi pedestrian dan bahu jalan di sepanjang Jalan Saleh Danasasmita hingga Simpang Cipaku.
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim untuk mengembalikan fungsi pedestrian sekaligus menciptakan kawasan yang bersih, tertib, dan bebas dari aktivitas PKL.
Hasilnya, kawasan sepanjang kurang lebih 500 meter tersebut kini terlihat lebih bersih dan tertata setelah seluruh lapak pedagang ditertibkan.
Kasi Trantib Kecamatan Bogor Selatan, Handrawan, mengatakan penertiban dilakukan setelah pihak kecamatan lebih dahulu menempuh pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan penyampaian surat imbauan kepada para pedagang.
“Pada dasarnya mereka menyadari, karena sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi dan tiga kali melayangkan surat imbauan. Mereka juga paham dengan kondisinya dan mengerti,” ujar Handrawan saat ditemui wartawan, Selasa (3/11/2026).
Ia menegaskan, pihak kecamatan tidak akan membiarkan para pedagang kembali menduduki pedestrian maupun bahu jalan. Pengawasan intensif akan dilakukan mulai malam ini dan berlanjut secara berkala dengan melibatkan personel gabungan dari Satpol PP, kelurahan, dan kecamatan.
Pengawasan diberlakukan menggunakan sistem patroli bergilir setiap hari, dengan cakupan wilayah sekitar 500 meter, mulai dari pintu masuk Trase Batutulis hingga Simpang Cipaku.
Handrawan juga memastikan, pedagang yang nekat kembali membuka lapak akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika ada pedagang yang membandel dan kembali menggelar lapaknya, petugas Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) akan langsung melakukan penindakan di lokasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan dan Trantib Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kendarasa Soejono, mengatakan penertiban dan pembersihan kawasan tersebut akan terus diikuti dengan pemantauan kondisi di lapangan.
Menurutnya, koordinasi antaraparatur wilayah tetap dilakukan sembari menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan agar kawasan yang telah ditertibkan tidak kembali dipenuhi lapak PKL.
“Dengan sinergi antara sosialisasi persuasif dan pengawasan ketat aparat di lapangan, pemerintah optimistis kawasan tersebut dapat terus terjaga keasrian, kebersihan, dan ketertibannya demi kepentingan bersama,” ujar pria yang akrab disapa Kenzoe itu. (Abizar)






