
BogorUpdate.com – Menuju kursi Direksi Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ) Kota Bogor, puluhan peserta telah mengikuti tes, namun tes pertama belum menjadi penentu karena masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui.
Sebanyak 36 orang sudah melewati seluruh proses, tinggal diumumkan sebanyak 15 orang yang akan lolos ke tahap berikutnya, diantaranya 5 orang untuk posisi Dirut, 5 orang posisi Dirum dan 5 orang untuk posisi Dirops.
Pengumuman 15 orang yang lolos itu akan diketahui pada Rabu (9/1/19). Selanjutnya para peserta akan mengikuti tahap tes oleh pansel diantaranya tes interview dan presentasi bisnis.
Ketua Pansel PD PPJ Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, proses seleksi direksi PD PPJ sudah selesai pada tahap Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Menurut Sekda, UKK itu akan mengerucut ke lima nama di posisi Direktur Utama (Dirut), Direktur Umum (Dirum) dan Direktur Operasional (Dirops).
“Jadi setiap jabatan akan diambil lima orang, sehingga mereka masuk ke tahapan berikutnya yaitu kaitan cek kesehatan dan wawancara dengan tim pansel,” kata Ade, Selasa (08/01/18).
Ade melanjutkan, setelah wawancara dengan tim peserta seleksi akan dipertemukan dengan Wali Kota Bogor Bima Arya, jadi akan jelas dibawa ke mana PD PPJ ini dengan nahkoda yang baru pilihan pansel.
“PD PPJ adalah BUMD andalan meningkatkan perekonomian kota dan meningkatkan PAD juga menghilangkan kesan kumuh pasar di Kota Bogor,” tambahnya.
Ade menegaskan, peserta seleksi direksi PD PPJ kebanyakan dari luar Kota Bogor apalagi dijabatan dirut, tetapi hal itu tidak mempengaruhi apapun karena siapapun bisa mendaftar.
“Dari data ada tujuh orang dijabatan dirut dari luar Kota Bogor dan hanya satu orang asal Kota Bogor,” ujarnya.
Menurut Ade, siapapun bisa mengisi jabatan dirut. Yang penting sesuai persyaratannya, jadi memungkinkan dirut dari luar Kota Bogor. “Kami pastikan hasil kami objektif,” terangnya.
Ade menjelaskan, hasil seleksi yang berbicara tidak ada komposisi ideal atau tidak idealnya dan dirinya mengaku tidak ada kepentingan dari Pansel juga.
Karena, Pansel dibentuk dari pengusaha, akedemisi, ada salah satu direktur BUMN sehingga dipastikan mereka tidak punya kepentingan pribadi.
“UKK dilakukan pagi hingga siang selama dua hari. Saya tidak hadir dalam UKK agar berjalan objektif, kalau saya hadir nanti disangka ada apa-apa seperti ‘titip pesan’, ‘kedip mata’. Tidak usah hadir dan Pansel tidak pernah bertemu dengan peserta,” jelasnya.
Sementara, salah satu peserta seleksi untuk posisi Dirum, Jenal Abidin mengatakan, dirinya sudah berupaya semaksimal mungkin mengikuti prosedur dalam setiap tahapan tes yang dilakukan oleh timsel.
“Apapun keputusan hasilnya nanti, itu yang terbaik buat saya dan yang diputuskan oleh Walikota merupakan yang terbaik bagi kemajuan PDPPJ kedepan,” ujar Jenal yang saat ini menjabat Plt Dirum perusahaan plat merah tersebut. (As)
Editor : Tobing







