Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomePendidikan

Kajian Strategis: IPB Ungkap Kurangnya Suplai Ikan, Padahal Stok Melimpah

×

Kajian Strategis: IPB Ungkap Kurangnya Suplai Ikan, Padahal Stok Melimpah

Sebarkan artikel ini

 

BOGORUPDATE.COM – Sektor perikanan sebagai salah satu harapan dalam mewujudkan kedaulatan pangan merupakan topik yang hangat untuk didiskusikan. Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Kajian Strategis dengan tema “Produksi Perikanan Berkelanjutan untuk Kedaulatan Pangan” di Ruang Danau 2 Sekolah Pascasarjana Kampus IPB Dramaga, Bogor (24/4/19).

 

Direktur Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis IPB, Dr. Eva Anggraini membahas kegiatan ini sebagai upaya untuk mempertemukan para pakar dan membahas isu-isu strategis tentang pertanian. “Topik ini kami angkat dalam rangka menjawab perkembangan yang terjadi seperti teknologi digital dan bonus demografi. InyaaAllah dalam beberapa waktu ke depan kita akan melakukan diskusi-diskusi seperti ini,” pungkasnya.

 

Sebagai salah satu narasumber, Direktur Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Dr. Ir Sri Yanti menyampaikan hasil Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019. Di mana di dalam RPJMN harus ada beberapa isu yang perlu untuk dikirim. Seperti pencemaran sampah plastik, menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni, serta masalah produktivitas dalam efisiensi usaha budidaya.

 

Sementara itu, Dr. Ir. Luky Adrianto, M.Sc, selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB mengumpulkan beberapa data mengenai fakta kondisi perikanan di lautan Indonesia. “Permasalahan yang terjadi saat ini adalah suplainya kita kurang padahal stok ikan meningkat. Banyaknya stok ikan bukan berarti kita bisa melakukan apa saja. Berharap pemerintah masih kurang dalam mengelola ini. Terkait dengan peningkatan produktivitas dengan melihat juga antara penawaran dan permintaan,” katanya.

 

Sementara itu, dihadirkan pula pakar sosiolog yaitu Dr. Rilus A Kinseng, MA yang merupakan dosen Departemen Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB. Rilus menjelaskan tentang strategi pemberdayaan dan persetujuan nelayan.

 

“Berkelanjutan tidak menghasilkan produksi Ditentukan oleh para aktor yang terlibat dalam proses produksi. Permasalahan yang terjadi di perikanan adalah banyak pelatihan-pelatihan yang belum diselesaikan yang dilakukan dengan penanganan yang baik,” ungkap Dr Rilus. (Humas IPB)

 

 

 

 

Editor : Refer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *