BOGORUPDATE.COM – H. Wawan Kurniawan atau biasa disapa WK yang merupakan pemuda asal Tarikolot resmi menjabat Kepala Desa Tarikolot Kecamatan Citeureup, usai dilantik pada Rabu 18 Desember 2019, kemarin oleh Bupati Bogor Ade yasin bersama 221 Kades terpilih lainnya pada gelombang pertama. Dan saat ini juga sudah melaksanakan serah terima jabatan (Sertijab) Kades lama dan yang baru bertempat di Aula Desa Tarikolot, Jumat (20/12/2019).
Wawan atau biasa disapa WK, bakal membuat gebrakan awal dalam memajukan kembali Desa Tarikolot dalam segala aspek yang Salahsatunya menjadikan Desa Tarikolot menjadi Desa Santri Wisata Industri yang disebut SAWITRI. Namun fokus awalnya, ia bakal menginventarisir persoalan-persoalan yang ada, untuk menentukan mana saja yang masuk dalam skala prioritas agar bisa direalisasikan.
“Desa Tarikolot ini PR nya banyak. Seperti kemacetan di kawasan PT.Ricky, banjir dan penanganan sampah liar, pemberdayaan masyarakat seperti UMKM yang berada di perkampungan. Nah untuk itu, dalam seratus hari kerja kedepan, saya akan memaksimalkannya secara bertahap,” ujar WK usai kegiatan Sertijab Kades, dikantornya.
Selain itu, Kang WK sapaan akrabnya juga akan mengadakan lembaga baitull Mal untuk warga, melaksanakan program andalan juga seperti Satuan antisipasi sampah, banjir dan rumah tidak layak huni (Sahbandar) dengan melibatkan satgas dari LSM dan ormas yang juga nantinya membantu meminimalisi angka tawuran pelajar.
“Saya juga akan menghidupkan kembali program Tarikolot Ekspo program lama yang sudah dijalankan pada masa kepemimpinan saya pada periode lalu,” Tambah WK.
Disamping itu, lanjut WK, program jalan setapak menjadi jalan desa juga menjadi prioritas sesuai janji pada waktu pencalonan kemarin, apalagi Bupati Bogor Ade yasin juga diakuinya mendukung dalam program ini walaupun ini tidak luput dari anggaran.
“Mudah-mudahan dari persoalan sebelumnya masuk dalam skala prioritas. Nah, untuk anggaran yang ada tentunya akan kita realisasikan dalam waktu dekat. Tapi, kita juga tidak terpaku pada bantuan pemerintah, ketika ada swadaya masyarakat maupun donatur tentunya secepatnya bisa kita realisasikan,” tukasnya. (Asep Bucek)
Editor : Endi






