BOGORUPDATE.COM – Gerakan Anggota Satu (GAS), itulah yang dicanangkan oleh Ketua Umum Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bogor Dian Firmansyah, yang kemudian memimpin langsung gerakan ini dilapangan beserta jajarannya, seketika mendengar terjadinya bencana alam di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor.
“Ketika kita mendengar adanya bencana alam di kecamatan Sukajaya, Nanggung, Cigudeg dan Jasinga, kita dari IPSM langsung bergerak cepat. Saya ambil kendali memimpin langsung gerakan kita,” Ujar Dian Firmansyah kepada Bogorupdate.com, Sabtu (11/1/20).
Ketika ditanya sudah berapa lama berada di lokasi bencana, Dian menyebut sehari pasca bencana sudah berada dilokasi. “Sehari pasca bencana kita sudah langsung bergerak. Saya mengarahkan seluruh anggota IPSM agar ikut turun dan berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Ini bagi kami adalah wajib,” Ungkap Dian sapaan akrabnya.
GAS merupakan sandi yang dipergunakan oleh IPSM Kabupaten Bogor dalam melakukan aksi “Tanggap darurat” bencana.

Adapun aplikasi dari gerakan ini adalah:
1. SATU gerakan serempak menghimpun donasi dari segenap Anggota IPSM berupa SATU mie instan, SATU liter beras dan SATU pakaian layak pakai dari 2.546 Anggota se-Kabupaten Bogor, yang pada realitanya, saat Anggota menghimpun, tidak sedikit masyarakat yang turut serta membantu.
2. SATU komando untuk tiap pergerakan, baik penghimpunan/penyaluran bantuan, informasi, koordinasi dan penanganan lainnya (dari tanggal 2 sampai 8 Januari) berpusat di Posko IPSM Kabupaten Bogor yang berlokasi di Kantor Camat Leuwisadeng yang kemudian per tanggal 9 hingga 16 Januari bergabung dengan Posko Utama Tanggap Darurat di Bawah kendali langsung Dandim 0621 selaku Dan Posko atas arahan Bupati Bogor.
Bekerjasama dengan elemen lain, kata Dian sudah banyak kegiatan yang dilakukan oleh IPSM Kabupaten Bogor.

“Sejak didirikan Posko “Leuwisadeng” dan dilanjut dengan bergabung dengan Posko Utama, Alhamdulillah beberapa kegiatan telah dilakukan IPSM Kabupaten Bogor, baik secara mandiri ataupun bekerjasama dengan “elemen” lain, antara lain :
1. Pendistribusian berbagai bantuan logistik dan makanan siap saji yg terhimpun dari Anggota maupun masyarakat, langsung ke kantong pengungsian ataupun lokasi bencana sejumlah 80 trip (selama di Posko Leueisadeng).
2. Membantu, mendampingi, mengarahkan masyarakat yang membawa bantuan logistik sehingga bantuan tersebut dapat segera sampai di lokasi atau Posko Pemerintah setempat sehingga dapat segera diterima oleh masyarakat korban bencana.
3. Mengevakuasi warga (khususnya di wilayah bencana) yang membutuhkan pelayanan kesehatan sesegera mungkin ke Pusat Pelayanan Kesehatan setempat atau ke Rumah Sakit Rujukan.
4. bersama-sama dengan masyarakat dan perangkat Pemerintah membangun tenda-tenda darurat untuk para pengungsi di beberapa lokasi termasuk membuat “Mushola” darurat untuk tempat beribadah.
5. Membantu membersihkan lumpur/tanah pasca banjir dan longsor yang tersisa di dalam rumah warga korban bencana atau pada fasilitas umum yang ada di lokasi tersebut.
6. Memotivasi warga sekitar lokasi bencana agar berperan aktif dalam membantu warga korban bencana sehingga “operasi” tanggap darurat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor beserta segenap jajaran, dapat berjalan optimal dengan hasil yang optimal pula.
Seperti diketahui pada hari, Senin (01/01/20) telah terjadi bencana banjir dan tanah longsor pada beberapa kawasan di Kabupaten Bogor. (End/DF)
Editor : Endi






