Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPendidikan

Kereeen…! Cepat Atasi Hepatitis A, Ponpes Nurul Ilmi Jadi Perintis PHBS

×

Kereeen…! Cepat Atasi Hepatitis A, Ponpes Nurul Ilmi Jadi Perintis PHBS

Sebarkan artikel ini

Foto saat Kemenkes, Dinkes Kabupaten Bogor, Puskesmas Bojonggede Mengunjungi yayasan Nurul Ilmi (foto/Net)

BOGORUPDATE.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ilmi, Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor ditunjuk sebagai pilot project atau sebagai daerah perintis program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal itu, menyusul sejumlah santri yang terpapar hepatitis A.

“Sekarang dia (Pondok Pesantren Nurul Ilmi) menjadi pilot project PHBI di Kabupaten Bogor,” Kata kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Dedi Syarif kepada Republika, Senin (16/12/20) lalu.

Setelah santri Pondok Pesantren Nurul Ilmi terpapar hepatitis A, Dedi mengungkapkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Kementerian Kesehatan melakukan penyuluhan ke pondok tersebut. Karena itu, pondok yang mulanya dinilai kurang higenis kini telah berbenah.

Dedi menjelaskan, Dinkes Kabupaten Bogor tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Dia meminta agar kebersihan tetap diutamakan dalam menciptakan prilaku PHBS.

“Akhirnya mereka terbuka guru-gurunya, kiai-kiainya kerja sama dengan istitusi kesehatan dalam rangka menjadikan pesantren sebagai pilot projeknya, sudah disepakati,” kata Dedi.

Diketahui, Dokter Umum Puskesmas Bojonggede, Diah Aryani, mengatakan, pihaknya telah meminta pengurus Pondok Pesantren Nurul Ilmi untuk menerapkan perilaku hidup bersih. Pada saat penyuluhan, Diah menyatakan, telah meminta pondok tersebut untuk memisahkan tempat makan.

“Kalau di pesantren senangnya rame-rame gitu kan? Nah, kita coba penyuluhan sebaiknya alat makannya terpisah. Cuci tangan nomor satu harus,” kata Diah.

Atas permintaan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor, KH Faisal M Ali Nurdin, Lc, MA mengeluhkan lingkungan pondok yang dinilai kurang bersih. Nurdin menyatakan, pihaknya telah menjaga iklim yang bersih di lingkungan pondok.

“Saya banyak di telepon dari jamaah, Jawa Timur dari Sumatra, ini gimana pesantrennya kok kayak begini, karena kesimpulannya harus bersih,” kata Nurdin.

Padahal, dia mengungkapkan, saat dilakukan peninjauan, Pondok Pesantren Nurul Ilmi banyak di puji oleh penyuluh dari Dinas Kesehatan. Menurutnya, para penyuluh tak pernah melihat pondok sebersih itu.

“Yang ninjau dari dinkes dari apa itu maaf saja mereka katakan, jarang melihat pesantren yang sebersih ini,” jelasnya.

Nurdin pun berpendapat, virus hepatitis bisa menyerang lingkungan mana pun. Bahkan, instansi pemerintah sekal ipun.

“Orang istana juga bisa kena, kalo virus itu, betul enggak?” katanya sambil melempar pertanyaan.

Setelah diberitakan santri Nurul Ilmi terpapar hepatistis A lantaran lingkungan yang kurang bersih, Nurdin menyatakan, begitu terkejut. “Mangkanya Nurul Ilmi harus meningkatkan kebersihan, berarti kesannya jorok,” tegasnya.

Meskipun sudah lama, Nurdin pun menyinggung, jumlah santri yang terpapar hepatistis A juga tak sebanyak yang diberitakan. Dia menyatakan, jumlah santri yang terpapar hepatitis A tak sampai 13 santri.

“Menurut hasil penelitian Kementerian Kesehatan hanya 11 orang santri putra terjangkit virus hepatitis A,” jelasnya.

Dia menambahkan, santri yang terpapar hepatitis A juga sudah lama. Dia menegaskan, hepatitis A tersebut sudah terjadi sejak awal November dan telah diatasi.

“Alhamdulillah, ketika kami tahu, langsung kami atasi dengan maksimal dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang kompeten. Doakan mudah-mudah ini semua ada hikmah dan kebaikannya bagi semua,” kata Nurdin.

Terpisah, Fadil yang merupakan guru di Ponpes Nurul Ilmi, merasa terkejut ketika melihat di berbagai pemberitaan seakan memojokkan yayasan tempatnya mengajar. Menurutnya dari awal ada kesalahpahaman.

“Ada yang menyebutkan jumlah siswa berjumlah 13 yang terpapar Hepatitis A. Padahal yang sebenarnya cuma 11 orang dan itu diketahui oleh pihak Kemenkes. Mengenai siwa yang terpapar Hepatitis A, sejak awal sudah langsung kita atasi dan semua sudah sembuh, kembali belajar seperti biasa,” Ujar Ustad Fadil sapaan akrabnya, Sabtu (8/2/20).

Hingga saat ini, kata Ustad Fadil yayasan Nurul Ilmi selalu mendapatkan arahan dari kemenkes soal kebersihan.

“Kemenkes selalu mengarahkan kita akan kebersihan sekolah, dan menurut Kemenkes yayasan kita layak dan bersih,” Pungkasnya.

 

 

 

 

 

Editor : Endi
Sumber : Republika, Bogor Update

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *