Foto ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN)
Pemerintahan, BogorUpdate.com
Masih enggannya diterapkan bekerja dari rumah atau ‘Work From Home’ terhadap sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor, demi mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang semakin hari kian memprihatinkan, membuat sebagian staf merasa kecewa terhadap pemimpinnya tersebut.
“Tetap saja Bupati Bogor dan Kepala Dinas enggak mau bertanggung jawab kalau pegawainya kenapa-kenapa pas di lapangan sedang pelayanan,” ujar staf disalahsatu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang enggan disebutkan namanya, Rabu (17/3/2020).
Sedangkan, kata dia, masyarakat sangat membludak ke Kecamatan atau ke instansi terkait saat sekolah di liburkan.
Menurutnya, kalau pegawai terutama karyawan honorer atau Outsourching (OS) maupun Kecamatan tetap bekerja di tengah keramaian masyarakat.
“Apakah bisa dipastikan virus tidak dapat tertular, kalau pegawai pelayanan terkena virus corona apakah sang pengambil keputusan Bupati Bogor maupun Kadis bisa bertanggung jawab akan keselamatan dan kesehatan pegawainya,” tegasnya.
Sementara, sambungnya, MenPAN RB telah mengeluarkan intruksi melalui surat nomor 19 tahun 2020 dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) sudah memutuskan untuk bekerja dari rumah.
“Kok ini Pemerintah Kabupaten Bogor masih membandel?. Apakah pihak Bupati Bogor merasa rugi sehingga untuk menstop roda pemerintahan demi keuntungan daerah lebih penting di banding keselamatan pegawainya?,” keluhnya.
Sekedar diketahui, Meski Kementerian Pendayagunaan Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) telah mengeluarkan intruksi untuk memperbolehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah atau work from home hingga 31 Maret 2020 dalam mencegah penyeberan wabah virus Corona (COVID19) yang kian hari semakin memprihatinkan.
Kendati demikian, intruksi itu seakan diabaikan oleh seluruh kepala dimasing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor maupun Pemkot Bogor. (Nr/End)
Editor : Endi






