dr Husnawati, M.Si, Dokter umum dan juga dosen medicinal biochemistry, Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University
Lifestyle, BogorUpdate.com
Di tengah kondisi pandemi virus corona (COVID-19) yang terus meluas, menjaga kebersihan adalah komponen penting. Salah satunya adalah menjaga rumah tetap bersih agar terhindar dari penularan COVID-19.
Dokter umum dan juga dosen medicinal biochemistry, Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, dr Husnawati, MSi menganjurkan masyarakat agar menerapkan dan memaksimalkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Lantas bagaimana langkahnya? Berikut tips dari dr Husna yang bisa dilakukan di rumah:
1. Menyapu dan Mengepel dua kali sehari.
Pada prinsipnya, rumah merupakan area yang tidak terlalu infeksius selama rumah rajin dibersihkan setiap hari, umumnya dua kali sehari. Berbeda dengan fasilitas kesehatan (faskes) seperti klinik, puskesmas atau rumah sakit yang perlu disterilisasi lebih karena memang merupakan tempat berkumpulnya orang-orang sakit. Perlu diingat, di tempat umum non-faskes, virus SARS-Cov2 penyebab COVID-19 menyebar melalui droplet yang menempel di permukaan benda.
2. Gunakan cairan pembersih rumah tangga standar.
Virus tersusun atas DNA atau RNA yang dilapisi selaput yang biasanya tersusun atas membran lipid dan protein. Cairan-cairan pembersih rumah tangga yang beredar di pasaran, sudah cukup efektif untuk mematikan virus karena umumnya mengandung senyawa-senyawa yang dapat melarutkan lemak atau mendenaturasi protein. Misalnya cairan pel, detergen, sabun mandi, sabun cuci piring dan sebagainya.
“Adapun info yang beredar di masyarakat tentang penggunaan bayclin dan lain-lain, sebenarnya hal itu lebih untuk lokasi-lokasi yang infeksius seperti faskes atau tempat-tempat publik (stasiun, bis, kereta),” ujar dr Husna.
3. Membersihkan area-area yang sering dipegang tangan.
Menurut dr Husna, selama tidak ada penderita COVID-19 di rumah, maka PHBS standar sudah cukup. Usaha tambahan yang perlu dilakukan adalah membersihkan area-area yang sering dijangkau tangan, seperti gagang pintu rumah dan pagar, handle kulkas dan lemari, tombol lampu, kran air, keyboard komputer/laptop, kunci kendaraan dan lain-lain.
Caranya bisa dengan dibilas pakai air sabun untuk area pagar atau kunci kendaraan misalnya. Atau dilap dengan alkohol 70 persen untuk area lain yang tidak bisa terlalu basah.
“Yang perlu diperhatikan adalah hindari daerah-daerah yang dibersihkan dengan alkohol dari api atau panas. Karena alkohol, klorin dan beberapa bahan pembersih termasuk bahan yang flammable (mudah terbakar),” tutur dr Husna.
4. Patuhi Protokol Kementerian Kesehatan terkait Masuk dan Keluar Rumah.
Memang dalam kondisi saat ini, kita masih sulit mengusahakan untuk tidak keluar rumah sama sekali, karena masih ada yang belum bisa Work from Home (WFH), ada yang harus belanja, dan lain-lain. Sehingga PHBS ini harus dikombinasi dengan usaha tambahan untuk mencegah kontaminan dari luar masuk ke dalam rumah.
Dr Husna menyampaikan, bahwa intinya ketika kita keluar rumah, kita harus berusaha memproteksi agar kita tidak tertular COVID-19. Gunakan masker, bahan kain juga tidak masalah, tetap menjaga jarak dengan orang lain, menghindari kerumunan dan menggunakan hand sanitizer atau tisu basah yang mengandung antiseptik sebelum menyentuh muka.
“Lalu saat akan masuk rumah, kita harus menganggap bahwa barang-barang yang kita bawa, semuanya punya risiko terkontaminasi virus. Maka perlu untuk segera dibersihkan, sebelum disentuh oleh orang lain yang ada di rumah. Caranya dengan meletakkan barang-barang bawaan di area yang akan dibersihkan, segera mencuci tangan, mandi dan mengganti semua pakaian dari luar. Setelah badan bersih, barulah kita bersihkan barang-barang bawaan kita. Misalnya tas, handphone dan jam tangan dilap dengan tisu basah yang diberi antiseptik. Jangan gunakan disinfektan spray karena jika terhirup dapat mengiritasi mukosa saluran nafas dan berisiko menyebabkan kanker paru,” kata dr Husna.
5. Bersihkan barang yang dibawa dari luar sesuai kategorinya.
Hal yang harus diperhatikan juga adalah bagaimana membersihkan barang-barang yang datang dari luar, misalnya paket, belanjaan, pesanan makanan, dan lain-lain.
Untuk barang-barang yang sifatnya awet (seperti bahan-bahan detergen, makanan ringan yang dikemas plastik) dan tidak buru-buru dipakai, sebaiknya diletakkan di tempat yang jarang dijangkau tangan dan biarkan selama tiga hari.
“Sebenarnya di bahan-bahan plastik, half lifenya virus SARS-COV2 itu sekitar 16 jam dan detection limit sampai 72 jam. Jadi amannya dengan membiarkan tanpa disentuh selama tiga hari, insya Allah kalau ada virus yang nempel di barang-barang tersebut, virus akan hilang,” kata dr Husna.
Sementara untuk barang-barang yang sifatnya tidak tahan lama seperti sayur dan buah, baiknya segera dicuci dengan sabun cuci yang bisa untuk buah dan sayur. Lalu untuk makanan jadi yang dibeli di warung atau restoran, sebaiknya dipanaskan lagi. Karena pemanasan bisa mendenaturasi protein, termasuk protein pada selubung virus.
Dengan menerapkan PHBS ditambah usaha mencegah kontaminan dari luar, maka menurut dr Husna sudah sangat cukup untuk mencegah virus COVID-19 beredar di rumah. (IPB/Refer)






