Foto Dr. drh. Diah Iskandriati, Peneliti Senior sekaligus Biosafety Officer Pusat Studi Satwa Primata (PSSP), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)
Teknologi, BogorUpdate.com
Laboratorium IPB Universitas pekan ini sudah siap menjadi tempat uji COVID-19. Menurut Dr drh Diah Iskandriati, Peneliti Senior sekaligus Biosafety Officer Pusat Studi Satwa Primata (PSSP), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mengatakan ada beberapa program yang telah digunakan di laboratorium IPB University.
Menurutnya pengujian untuk SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 menggunakan metode untuk menyetujui penggunaan virus atau perlindungan antibodi yang dihasilkan sebagai respons terhadap infeksi. Keberadaan virus pada sampel pasien yang disetujui oleh teknik RT-PCR real time, yang mempromosikan RNA Coronavirus.
“Tes ini hanya mengubah RNA (bukan virus yang aktif atau hidup) dari SARS-CoV-2 dan digunakan untuk mengatasi infeksi yang sangat baru atau aktif. Uji coba ini dapat dilakukan pada spesimen saluran pernapasan yang diperoleh dengan berbagai metode, termasuk sampel swab nasofaring atau sampel dahak,” katanya.
Laboratorium IPB University hanya melakukan pengujian real-time RT-PCR terhadap spesimen klinis yang datang ke laboratorium dan langsung mendapat solusi (buffer pelisis) yang akan mengumpulkan virus tetapi tidak merusak genom RNAnya. RNA dari virus ini tidak bisa lagi menginfeksi inang.
Laboratorium IPB University juga telah mengambil beberapa langkah mitigasi terkait keselamatan dan kerja yang disediakan untuk memastikan tidak terjadi pajanan bagi para pengurus koordinasi lingkungan. Salah satu langkah penting mitigasi yang dipersiapkan hanyalah menggunakan laboratorium yang memiliki tingkat keselamatan hayati 2 (Tingkat Keamanan Hayati-2) yang sesuai dengan pedoman WHO.
Laboratorium ini memiliki perimeter atau pelindung sebelum mencapai area publik. Spesimen klinis yang diterima langsung dimasukkan ke dalam laboratorium dan tidak dibuka di area umum. Spesimen klinis yang menangani peralatan keselamatan yang disebut dengan Biosafety Cabinet (BSC) yang memungkinkan keselamatan kerja dan keamanan lingkungan karena BSC ini menyaring semua partikel di udara maupun kontaminan melalui filter HEPA.
“Selain itu, sebelum keluar dari laboratorium, semua limbah padat didekontaminasi dengan alat autoclave dengan suhu 121 derajat celcius dan tekanan 15 psi. Yang menyebabkan semua mikroorganisme mati. Semua yang terlibat dalam pelatihan telah mendapatkan pelatihan keselamatan yang baik di dalam negeri di luar negeri dan memiliki pengalaman kerja dengan agen patogen lebih dari lima tahun Semua kegiatan pengujian ini telah dikaji dan mendapat persetujuan dari Komisi Biorisiko,” imbuhnya. (Ipb/End)






