Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomePemerintahan

Gedung Sate, Tempat Mujarab Jadi Milyarder

×

Gedung Sate, Tempat Mujarab Jadi Milyarder

Sebarkan artikel ini

Oleh: Hasyemi Faqihudin

BOGOR UPDATE

BANDUNG – Mengawali artikel kali ini, Penulis tertarik dengan kutipan yang menarik yaitu “Setiap manusia, dan setiap orang di atas bumi, memiliki hak untuk pemerintahan sendiri.” Thomas Jefferson, 1790.

Sore hari, penulis dan sahabat tiba di rumah makan, sedikit agak terguncang dengan ulah gaya mengemudi yang ugal-ugalan. Kami keluar dari dalam kendaraan hingga berkeringat selama beberapa saat. Pada akhinya, penulis berkesimpulan bahwa gaya mengemudi yang ugal-ugalan dan tanpa rundingan mengakibatkan kekejangan dan berujung fatal.

Namun tanpa disadari, kekejangan penulis pun agak berkurang ketika ditemani sebuah buku karya eric weiner yang dihadiahi oleh kawan lama pada saat bertemu di hazard syahjalal international airport bangladesh menuju transit colombo srilangka sekitar tahun 2015 yang berjudul “The Geography Of Bliss”. Dalam karya tulis tersebut, ada kata-kata yang asyik yang sangat penting dalam benang merah. Ia mengutip bahasa temannya yaitu kamra ula bahwa menurutnya, pemerintah bagaikan pilot yang memandu pesawat terbang. Dalam cuaca buruk, Pesawat tersebut harus mengandalkan instrumennya untuk melakukan navigasi. Namun, pertanyaan penulis adalah bagaimana jika instrumen tersebut gagal berfungsi? Dan jawaban yang tepat ialah maka pesawat tersebut jelas akan membelok keluar jalur, meskipun pilot itu handal dan mengoperasikan alat kendali dengan benar.

Tepat 72 tahun lahirnya indonesia dan terbentuknya provinsi Jawa Barat khususnya, yang konon katanya padinya terkenal padahal lahan petani banyak dialihfungsikan. Yang konon katanya perekonomian rakyatnya stabil, padahal anjlok drastis. Yang Konon katanya indeks kemiskinan menurun padahal meningkat begitu pesat. Yang Konon katanya berbudaya, tapi masih maraknya pergaulan bebas hingga meningkatnya pengguna narkoba diusia produktif. Yang konon katanya potensi ESDM yang melimpah ruah untuk kesejahteraan masyarakat, tapi malah dijadikan rekening tambahan elit politik. Yang konon katanya asri nan nyaman, tetapi padahal menuju pemanasan global. Atau salah satunya ialah, masih ingatkah perjalanan polemik krusial yang terjadi di proyek kota modern meikarta yang digawangi perusahaan raksasa lippo group? Adakah untung bagi masyarakat menengah kebawah Jawa Barat? Ungkapan tepat mengutip kompleksitas Jawa Barat ialah, “Dan masih banyak lagi yang lainnya” kata syair lagu Rhoma irama, Raja dangdut.

Terlalu sering dan bosan mendengar kata “konon” disetiap aspek. Sudah sepantasnya menjadi konsumsi masyarakat dan menjadi kemerdekaan bagi para pencandu jabatan. Tak terasa dipenghujung tahun pemerintah provinsi Jawa Barat, kini rapor merah sudah pantas disematkan. Meski pembenarannya yang sudah terlatih beretorika, namun mereka tak sadar telah memperkosa primadona Jawa Barat yang memiliki catatan sejarah.

Gemuruhnya sidang paripurna dan semaraknya gedung sate, dalam 72 tahun provinsi Jawa Barat yang bertajuk “Jabar Kahiji” sepantasnya kebahagian itu hanya dirasakan para elit politik dan pemandu partai yang dibanggakannya. Rakyat hanya dijadikan alat jual beli suara laksana hak memperoleh kesejahteraan yang tidak pantas untuk dirasakan. Menurut arbi sanit dalam sebuah catatan dalam karya bukunya mengatakan, Memperoleh kekuasan, merupakan suatu di dalam kehidupan politik. Di samping itu mempertahankan kekuasaan yang sudah dipunyai itu, merupakan pusat kegiatan lanjutan yang tidak kurang penting dan meminta kesungguhan dari kegiatan yang pertama. Menurut penulis subtansinya ialah, tidak ada keberpihakan rakyat sejati, namun kepentingan yang hakiki.

Mereka tampak seperti orang pintar, duduk berdasi dan mengatasnamakan rakyat. Berdebat disaat paripurna, tertawa pada saat di warung kopi. Bahkan memelas pada saat pemilihan hingga berkomedi pada layar peliputan media. Mengutip dalam ayat suci al qur’an menjadi falsafah dasar petunjuk bagi manusia “Dan mereka bertanya kepadamu (muhammad) tentang ruh, katakanlah. “Ruh itu termasuk urusan tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit,” (al – isra : 85) Maka menurut Prof. Dr. Zakiah Daradjat dalam catatanya bahwa Dengan menciptakan manusia sebagai khalifah, Sesungguhnya Allah telah melebihi kedudukan manusia itu bahkan lebih tinggi dari pada malaikat, karena malaikat harus tunduk kepadanya.

Tetapi sangat ironis yang terjadi elit politik di Jawa Barat. Amanah yang diemban tanpa ada pendapatan maka nyaris tak ada pergerakan. Misalnya, Pada saat kegiatan Reses setiap tahunnya. Mereka bicara ayat ayat suci dan hadist nabi, tetapi akhlaq nabi tak diikutinya. Memberi tak elok jika tidak berstempel, dan hal seperti itu budaya yang kerap membodohkan dan mencontohkan tidak baik untuk masyarakat. Padahal, alangkah baiknya pemberdayaan moral secara hakiki dan tanpa pamrih semata mata keyakinan kepada sang khalik, maka derajat manusia akan ditingkatkan.

Urgensi perbaikan Jawa Barat telah dinanti oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata, jangan melulu soal sentral ibu kota Jawa Barat saja yang jadi sorotan. Tetapi masih banyak gubug reyot hingga anak berpenyakit yang sulit mendapatkan kesejahteraan di ujung-ujung Jawa Barat. Dipersulitnya pelayanan jaminan kesehatan masyarakat miskin di RSUD, Maraknya pungutan liar di seluruh desa, infrastruktur yang tidak terkelola hingga meninggakatnya harga barang dan menurunya pendapatan warga harus menjadi prioritas utama.

Dan juga menggali potensi pemuda pemudi. Apalagi saat ini melihat lembaga DPD KNPI Provinsi Jawa Barat hanya saja mengurusi politik dan tidak memikirkan pemuda yang ada dipelosok jawa barat. Kegiatan yang tidak jelas arahnya juga kepentingan elit parpol yang merenggut hak-hak pemuda, dan hanya saja dijadikan ladang segar bagi pemuda di KNPI saja. Padahal, berdirinya KNPI semata mata untuk mengakomodir dan mengembangkan potensi diusia produktif pemuda.

Penulis adalah:

-Ketua BEM di Unv. Mercu Buana Jakarta (2014-2015)

-Koordinator DKI Jakarta BEM Se- Nusantara (2014-2015)

-Koordinator Korps Alumni BEM Se- Nusantara DKI Jakarta

-Ketua Coord Perhimpunan Mahasiswa Dan Pemuda AKARTAPURA (Aceh Jakarta Jayapura) DKI Jakarta.

-Pimpinan Presidium Dewan Perwakilan Mahasiswa Di Unv.Mercu Buana Jakarta

-Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Cabang Jakarta Raya

-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Barat

-Koordinator Wilayah ICER (Indonesia Community Energy Research) Jawa Barat.

-Koordinator II GMPBB (Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor Barat.

-Ketua Umum Gerakan masyarakat (GERAM) Bogor.

 

 

Editor: Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *