Foto ilustrasi (Net)
Kota Bogor, BogorUpdate.com
Jubir Pemkot Bogor Untuk Siaga Corona Kota Bogor merealise ada 101 dinyatakan terkonfirmasi positif CoVID-19. Namun dari jumlah tersebut 24 diantaranya dinyatakan sembuh dan 64 masih dalam pengawasan Rumah Sakit.
Sementara jumlah kematian hingga hari ini tercatat 14 orang. Sementara jumlah pasien positif sembuh hari ini bertambah 3 orang menjadi 24 dan PDP berkurang 3 orang menjadi 63 Orang.
“Ya, untuk jumlah pasien yang meninggal pada hari ini tetap,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno, Kamis (14/5/20).
Sementara untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) lanjut dia, tercatat 259 orang. Dari jumlah itu 213 selesai dan dalam pemantauan berjumlah 46 orang. Untun ststus OTG tidak ada yang meninggal dunia.
“Penambahan kasus pada hari ini sebanyak 20 Kasus, jumlah yang telah selesai hari ini bertambah 20 Orang dan dalam pemantauan tetap,” ungkapnya.
Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga hari ini tercatat 1.242 orang, yang telah selesai atau sembuh berjumlah 1.173 dan 69 masih dalam pemantauan.
“Untuk ODP hari ini ada penambahan sebanyak 12 Kasus, jumlah yang telah sembuh. Namun yang selesai hari ini bertambah 25 orang, sehingga dalam pemantauan berkurang 13 orang,” tambah dia.
Lalu untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total perhari ini sebanyak 273 orang dan 122 telah sembuh atau selesai dan yang masih dalam pengawasa ada 101 orang. Sementara PDP yang meninggal mencapai 50 orang.
Diakuinya, untuk PDP terjadi penambahan sebanyak 6 kasus, sementara pasien yang telah sembuh bertambah 1 orang. Lalu untuk jumlah PDP bertambah 5 orang dan jumlah pasien yang meninggal tetap.
“Untui 6 orang yang meninggal dalam status PDP, saat ini masih menunggu Hasil Lab Swab dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jakarta,” jelasnya.
Berbagai cara dilakukan Pemkot Bogor untuk menekan angka penularan wabah virus CoVID-19 yang telah merenggut banyak nyawa tersebut.
Selain memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemkot Bogor juga akan gelar rapid dan swab test secara rutin.
Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebutkan, strategi untuk menangani Covid-19 sangat tergantung pada seberapa masif melakukan tes, baik Rapid maupun Swab serta seberapa cepat didapatkan hasilnya.
Menurutnya PSBB tidak ada artinya jika tidak diimbangi dengan tes massal. “Rapid test yang dilaksanakan tidak dapat berdiri sendiri karena validasi dan akurasinya tidak sekuat swab. Semoga hasilnya baik,” kata Bima
Tes massal yang dilaksanakan, diharapkan Bima Arya akan kembali rutin dilakukan, baik yang berasal dari bantuan pemerintah provinsi maupun BIN dengan menyasar titik-titik lain di Kota Bogor.
“Ya, terutama di Pasar dan stasiun diduga menjadi dua epicentrum utama penyebaran Covid-19,” ungkap Politisi PAN itu.
Untuk stasiun, lanjut Bima, Pemkot tengah membuat aturan bagi penumpang agar benar-benar bisa menjaga jarak. Sementara untuk pasar, khususnya menjelang Idul Fitri, masih banyak pelanggaran, baik social distancing maupun dalam hal unit ekonomi yang tidak dikecualikan yang masih tetap buka.
“Dengan tes ini kita berupaya untuk mengimbangi. Insya Allah, minggu ini akan dilaksanakan tes serupa disini, akan kita rutinkan dan frekuensinya kita tinggikan,” tuturnya.
Menurut Bima Arya, Curva Covid-19 Kota Bogor yang cenderung melandai menandakan belum aman. Tidak menutup kemungkinan bisa terjadi ledakan menjelang Idul Fitri jika adanya kelonggaran dari upaya yang dilakukan.
Tes Rapid yang ditindaklanjuti dengan Tes Swab dilaksanakan sebagai upaya membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan wabah Covid-19. (As)
Editor : Endi








