Citeureup, BogorUpdate.com
Rendahnya kepatuhan untuk menjaga jarak dan kewajiban memakai masker bagi pedagang maupun pengunjung. Membuat PD Tohaga pasar Citeureup mengaku kesulitan dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19.
Kepala PD Pasar Citeureup 2, Dona Metraliana mengatakan belum bisa memaksimalkan penerapan protokol kesehatan di lingkungan pasar baik para pedagang maupun pengunjung.
“Agak sulit karakter orang dipasar meski sudah diarahkan. Minimal untuk pihak PD selalu menghimbau dan mengarahkan baik pedagang maupun pengunjung untuk selalu menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak,” Katanya kepada bogorupdate.com, usai menghadiri kegiatan Bakti Karya Koramil 2104/Citeureup, Jumat (14/08/2020).
Meski demikian, Dona mengaku seiring berjalan waktu pihaknya tidak bosan selalu mengarahkan para pedagang maupun pengunjung untuk selalu menjaga protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.
“Tanpa adanya kerjasama dari semua pihak, tetap belum bisa maksimal,” paparnya.
Untuk jam operasional sendiri, kata Dona, jika sebelumnya pada saat PSBB jam operasional sejak pukul 04.00 WIB hingga 13.00 WIb. Namun pada saat ini, ada pelonggaran jam operasional Pukul 04.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
“Social distancing di pasar ini memang sulit dikendalikan, kecuali ada beberapa pasar yang oleh pemerintah daerah dan pengelola pasar bisa dilakukan penyesuaian untuk adanya physical distancing, tapi di lingkungan pasar ini belum maksimal karena masih minimnya kesadaran masyarakat,” Jelasnya.
Terkait rapid test para pedagang, Dona mengaku belum adanya jadwal untuk Pasar Citeureup. Pihak PD pasar masih menunggu intruksi dari Pemda Bogor.
“Untuk jadwalnya sudah ada, tapi untuk pastinya kita masih tunggu perintah Bupati Bogor,” paparnya.
Pjs Kades Citeureup, Ardy mengatakan jika pemerintah Desa Citeureup terus berkoordinasi dengan pihak Pasar Citeureup untuk selalu mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan di lingkungan pasar.
“Sosialisasi melalui himbauan sering kita lakukan baik pedagang maupun pengunjung. Karena pasar ini juga masuk wilayah Desa Citeureup, artinya saya sebagai Pjs Kades juga ikut bertanggungjawab, namun semuai itu kembali lagi kepada masyarakat yang harus adanya kesadaran,” tukasnya.
(cek/bing)






