Foto ilustrasi pasien covid-19
Kota Bogor, BogorUpdate.com
Anggota Pansus III Penanganan dan Pencegahan Covid-19 DPRD, Endah Purwanti lontarkan kritik tajam atas tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Kota Bogor pada pekan lalu hingga Selasa (23/2/21)
Menurut Politisi PKS itu, pemerintah harus segera melakukan pengecekan by name by address terhadap mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebab, salah satu faktor utama penyebab kematian karena corona adalah penyakit penyerta atau komorbid.
Kemudian kata dia, hal itu mesti dilihat juga sejauh mana efektifitas surveilance di puskesmas. “Untuk mengetahui apakah pasien covid dirujuk dalam kondisi darurat atau tidak,” kata Endah, Rabu (24/2/21).
Dia menjelaskan, terkadang penyebab kematian akibat covid-19 adalah adanya keterlambatan rumah sakit (RS) dalam hal penaganan. Dia mencontohkan, ketika ada pasien datang ke RS non rujukan covid-19, harusnya segera dirujuk ke RS rujukan. “Tapi karena lambat akhirnya meninggal dunia,” ungkapnya.
Diakuinya, ada salah satu kasus yang terjadi, pasien baru dirujuk ke RS rujukan covid-19 dalam kondisi darurat, sehingga meninggal dunia. Padahal kata dia, harusnya saat pasien tidak dalam kondisi baik, mesti segera dirujuk.
Untuk meminimalisir kematian akibat Covid-19, dia berpendapat seharusnya pemkot mengikuti instruksi Gubernur Jawa Barat untuk meniadakan isolasi mandiri khusus Orang Tanpa Gejala (OTG). “Tujuannya supaya tidak unfall saat masuk RS,” katanya.
Lebih lanjut, kata dia, fungsi pengawasan pada puskesmas pun mesti diperketat. Misalnya, ketika ada notifikasi yang masuk soal adanya kasus positif, petugas mesti melakukan pengecekan kondisi, dan merujuk pasien.
“Tingginya angka kematian pada pekan lalu juga mesti dilihat apa ada keterlambatan merujuk karena surveilance nggak jalan atau karena pelayanan RS terlambat, atau ada komorbid,” tambah dia.
Hal itulah, kata Endah, yang menjadi alasan pansus menerbitkan rekomendasi kepada pemkot, agar penanganan corona bukan hanya melalui sisi medis, tetapi psikologis dan spiritual.
“Sebab orang yang sakit karena covid-19 juga diserang mentalnya. Itu membuat mereka semakin drop dan unfall. Itu mesti diperhatikan pemkot,” tandasnya.
Jumlah kasus positif covid-19 di Kota Bogor terus alami penurunan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor pada 23 Februari, jumlah positif Covid-19 di Kota Bogor mengalami penurunan menjadi 74 orang, dari sebelumnya, yakni 82 kasus.
Namun angka mencengangkan terjadi dalam kasus meninggal. Dalam sepekan sebwlumnya terlaporkan 11 orang dan akumulatif tercatat 190 kasus. Bahkan, hingga Selasa (23/2/21) terdapat tambahan dua orang sehingga menjadi 195
Berdasarkan laporan harian pada Selasa (22/2/21) terjadi penambahan 3 kasus pasien positif meninggal dunia. Sementara pada Selasa (23/2/21) terjadi penambahan dua orang meninggal. Sedangkan, dalam pekan kemarin, terlaporkan 8 kasus meninggal.
Kemudian, berdasarkan laporan data harian, Satgas Covid-19 Kota Bogor, Sabtu (20/2/21) juga terjadi penambahan 3 pasien positif meninggal. Sehari sebelumnya, Jumat (19/2/21) ada penambahan 4 kasus, dan Kamis (18/2/21) satu kasus.
Sementara pada Rabu (24/2/21), jumlah terkonfirmasi positif naik menjadi 78 orang. Namun, tidak ada tambahan untuk pasien meninggal.
Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Covid-19, Sri Nowo Retno dalam keterangannya menuturkan, dengan peningkatan pasien positif meninggal.
“Pasien meninggal disebabkan pasien mempunyai riwayat penyakit penyerta yang menahun. Sehingga dalam perjalanan penyembuhan Covid-19, pasien meninggal,” tandasnya.
(As/Bing)






