Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Demi Selamatkan Aset Rp20 Milyar, Dirut PT. PPE Harapkan PMP Segera Dicairkan

×

Demi Selamatkan Aset Rp20 Milyar, Dirut PT. PPE Harapkan PMP Segera Dicairkan

Sebarkan artikel ini

Foto Agus Setiawan, Direktur Utama PT. PPE

Cibinong, BogorUpdate.com
Guna menyelamatkan aset milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) kabupaten Bogor senilai kurang lebih 20 milyar rupiah, perseroan terbatas milik Pemkab Bogor ini mengharapkan adanya pencairan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) tahap akhir sebesar Rp36 milyar agar dapat segera dicairkan.

Melalui Direktur Utama PT. PPE, Agus Setiawan mengatakan, jika PMP tahap akhir yang sejak 2017 silam hingga Februari 2021 ini tak kunjung dicairkan, sementara pencairan dana puluhan milyar itu sangat diharapkan jajarannya. Karena, salah satu aset milik BUMD PT. PPE yang berupa tanah seluas 1 hektare akan dilelang oleh Bank Bukopin terkait hutang piutang.

“Agar bisa menyelamatkan aset itu, tentunya kami sebagai petugas dan Pemkab Bogor sebagai pemilik aset itu mesti secepatnya mencairkan PMP Tahap Akhir kepada direksi PT. PPE,” kata Agus saat dihubungi Bogorupdate.com, pada Selasa (16/3/21) sore.

Ia menerangkan, untuk aset yang bakal dilelang tersebut harganya mencapai kisaran kurang lebih Rp20 milyar dengan bentuk berupa tanah seluas 10.000 meter persegi atau 1 hektare.

“Untuk nilainya aset itu, kalau misalkan harga pasaran tanah di lokasi lahan di wilayah Kecamatan Gunung Putri semeternya Rp2 juta, berarti kalau dikalikan 10000 meter harganya mencapai 20 milyar rupiah,” tuturnya.

Menurutnya, untuk menyelamatkan aset berharga milik Pemda Kabupaten Bogor, PT. PPE mesti sudah memperoleh pencairan PMP tahap akhir dari pemerintah daerah setempat. Adapun, total hutang kepada pihak bank swasta yang tercatat oleh jajarannya, Agus mengaku bila PT. PPE memiliki hutang mencapai Rp30 milyar lebih.

“Kalau hutang kita PT. PPE yang saya ketahui kepada pihak swasta dikisaran Rp30 milyar lebih,” ujarnya.

Namun ketika disinggung, hutang senilai puluhan milyar oleh PT. PPE kepada bank Bukopin maupun pihak lainnya itu, terjadi dikepemimpinan sebelum dirinya. Agus menjawab, “Kalau boleh jujur mah, aku ketiban getahnya saja,” tegasnya.

Akan tetapi, sambungnya, apabila Pemkab Bogor tak segera mencairkan PMP tahap akhir kepada PT. PPE senilai 36 milyar rupiah dalam waktu dekat ini, dirinya mengaku tidak akan merasa rugi apabila mesti kehilangan aset di perusahaan yang ia pimpin tersebut.

“Kalau saya si nggak akan rugi bila aset itu dilelang dan dibeli pihak lain, karena saya kan disini hanya petugas. Jadi yang rugi pastinya Pemkab Bogor, karena yang punya aset itu kan Pemda Kabupaten Bogor bukan saya,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, melalui pembinaan sekretariat daerah (Setda) Kabupaten Bogor dengan beberapa instansi lainnya, pada Selasa 16 Maret 2021 siang telah menggelar rapat perdana yang membahas perihal perkembangan hingga pencairan PMP tahap akhir PT. PPE milik Pemkab Bogor tersebut yang bertempat diruang rapat VI (6) Setda Kabupaten Bogor.

Adapun, menurut Erwin Sugita selaku kasubag pembinaan BUMD dan BLUD pada bagian Perekonomian Setda Kabupaten Bogor mengatakan, terkait rapat yang dilakukan pihaknya tadi, masih hanya sebatas mendengar masukan dari beberapa instansi di lingkungan Pemkab Bogor.

“Tadi si masih terkait pembahasan masukan-masukan dari unsur terkait mengenai investasi daerah saja rapat yang menyangkut PT. PPE,” kata Erwin saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (16/3/21).

Ia menjelaskan, hasil dari rapat yang dihadiri oleh beberapa instansi di lingkungan Pemkab Bogor, itu nantinya akan dilaporkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor hingga Bupati Bogor. Selain itu, pembahasan rapat internal tersebut juga membahas kaitan perkembangan usaha BUMD PT. PPE yang kini di nahkodai Agus Setiawan selaku direktur utama.

“Tadi si kita baru mendengar dari pihak perundang-undangan Setda Kabupaten Bogor, Bappeda Litbang, BPKAD, dan inspektorat terkait pengawasannya seperti apa kaitan perkembangan PT. PPE tersebut. Baru itu saja si yang dibahas,” ungkapnya.

Erwin juga menjelaskan, untuk kaitan pembahasan dalam penyelamatan aset PT. PPE yang bakal dilelangkan oleh Bank Bukopin dalam waktu dekat, pihaknya mengaku belum sampai pembahasan ke ranah tersebut.

“Kalau terkait itu si belum sampai kesitu ya pembahasannya. Karena kan, kita masih harus menghimpun informasi yang nantinya diberikan kepada pimpinan terkait kondisinya seperti apa. Mungkin nanti membahas itu, karena tadi saya bilang sekarang kan baru awal ini rapat perdananya,” tuturnya.

 

 

 

 

 

 

(Rul/Bing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *