Sumber foto (Klikdokter.com)
Kesehatan, BogorUpdate.com
Tak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar pria ingin lebih tahan lama di ranjang untuk memuaskan pasangannya. Beragam cara rela dilakukan, termasuk menggunakan cock ring atau ring penis.
Cock ring merupakan benda yang menyerupai cincin dan dipakai mengelilingi penis dan skrotum atau buah zakar.
Cock ring berfungsi untuk memerangkap darah di penis agar tidak mengalir ke area lain, sehingga ereksi pria lebih bertahan lama.
Karena tegangannya berlangsung lebih lama, maka ejakulasi juga tidak cepat datang. Kesempatan untuk memuaskan pasangan pun menjadi lebih besar.
Ada beberapa jenis ring penis. Jenis pertama tipenya lembut, elastis, terbuat dari silikon, harganya murah, dan paling umum digunakan.
Lalu, jenis ring penis kedua disertai dengan vibrator kecil. Ring penis dengan vibrator tidak hanya memberikan kenikmatan ekstra untuk pria, namun juga bisa merangsang klitoris wanita.
Sedangkan jenis yang ketiga, yaitu solid cock ring, hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah berpengalaman. Risiko penis tersangkut dan tercekik lebih tinggi ketika Anda menggunakan benda tersebut.
Alat ini sebenarnya aman jika digunakan dengan benar. Apabila Anda keliru dalam menggunakannya dan tidak hati-hati, dr. Devia Irine Putri mengatakan ada bahaya yang mengintai.
“Adapun bahaya yang bisa dirasakan, yaitu timbulnya rasa nyeri, kesemutan, memar atau cedera pada penis karena tekanan berlebih. Selain itu, penis juga bisa bengkak setelah pemakaian,” jelasnya.
Dokter Devia menambahkan, “Cara yang salah dalam menggunakan cock ring penis berpotensi menyebabkan ejakulasi atau kencing berdarah. Jaringan yang rusak dan pemakaian yang terlalu kencang bisa membuat kondisi tersebut terjadi.”
Mengutip dari Guidance for Industry and FDA Staff, terdapat tiga kondisi yang membuat pria tidak boleh menggunakan ring penis, yaitu:
1. Peyronie’s Disease
Pria dengan penis yang menekuk ke atas atau ke samping ketika ereksi tidak disarankan untuk memakai aksesori yang satu ini. Penyebab dari penyakit Peyronie adalah cedera pembuluh darah berulang, baik saat berolahraga ataupun saat berhubungan seks.
2. Priapismus
Bagi Anda yang sering mengalami ereksi berkepanjangan meski tidak menginginkannya, sebaiknya juga menjauhi alat ini.
Sebab, gejala yang dirasakan bisa bertambah parah. Jaringan penis akan semakin rusak, bahkan mati.
3. Striktur Uretra
Cock ring juga menjadi pantangan bagi pria dengan penyempitan uretra (saluran yang mengalirkan air kencing dari kandung kemih dan ginjal).
Sebelum mengalami masalah ini, biasanya penderita striktur uretra sudah mengalami infeksi saluran kencing berulang dan tidak tertangani dengan baik.
Karena aksesori seks ini membatasi aliran darah di penis, penting untuk tidak memakainya lebih dari 20 menit.
Mulailah dengan mengenakannya hanya selama 5 menit dulu untuk beradaptasi. Jika Anda merasa tidak nyaman, segera lepaskan.
Jika Anda menggunakan cock ring sebagai alat bantu untuk disfungsi ereksi, pastikan dulu telah berkonsultasi dengan dokter mengenai masalah kesehatan Anda.
Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan dan memperburuk disfungsi ereksi, termasuk penyakit jantung, diabetes, masalah alkohol, serta masalah kesehatan mental.
Penting untuk memeriksakan kondisi penyakit tersebut dan jangan menggunakan mainan seks sebagai cara menutupi gejalanya.
Konsultasikan juga dengan dokter sebelum menggunakan cock ring ketika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau mengalami gangguan perdarahan.
Jangan tertidur saat menggunakan ring penis. Jika Anda habis mengonsumsi minuman beralkohol, sebaiknya berikan jeda minimal satu jam sebelum menggunakan ring penis. Hal ini dilakukan demi mencegah cedera penis.
Aksesori seks dapat menularkan infeksi menular seksual. Cucilah sebelum dan sesudah menggunakannya dengan air dan sabun antibakteri.
Jika tipe cock ring Anda bervibrator, gunakan saja tisu basah antibakteri dan simpan di tempat yang bersih.
Penggunaan cock ring yang tepat memang dapat membantu disfungsi ereksi, memperkeras penis, menambah sensasi, serta menunda ejakulasi. Hal tersebut dapat membuat permainan di ranjang menjadi lebih intens dan tahan lama.
Sumber : Klikdokter.com








